Page 185 - Menelisik Pemikiran Islam
P. 185
Hassan Al-Banna dan Ikhwanul Muslimin bangkit
membela kepentingan masyarakat ekonomi lemah.
Ia gigih memperjuangkan hak para pekerja dan
petani serta berusaha memperbaiki kehidupan
ekonomi melalui usaha swadaya. Ia berseru
kepada pemerintah dan masyarakat agar
menguasai dan mengolah sendiri semua sumber
daya alam serta menentang setiap campur tangan
asing. Secara kongkrit ia dan Ikhwanul Muslimin
mendirikan aneka perusahaan, seperti perusahaan
tenun dan pemintalan, perusahaan bangunan dan
dagang, percetakan dan penerbitan, serta berbagai
usaha di bidang pertanian.
5. Aspek Politik. Sebenarnya Hassan Al-Banna
bukan seorang politikus dan Ikhwanul Muslimin
yang didirikannya hanya sebuah perkumpulan,
bukan partai politik. Walaupun demikian, Hassan
Al-Banna dan para anggota Ihkwanul Muslimin
tidak absen dari pembicaraan mengenai politik.
Hal ini bisa dimaklumi, karena menurut
pendapatnya Islam itu sebagai suatu sistem,
termasuk sistem politik. Inti idenya dalam bidang
politik ini adalah keharusan diterapkannya hukum
Islam secara konsekwen di Mesir. Secara politis, ia
adalah tokoh anti Barat.
Ada dugaan, keterlibatan Hassan Al-Banna dalam
dunia politik praktis inilah yang mengakibatkan fatal bagi
dirinya dan perkumpulan yang ia dirikan. Pihak penguasa
semakin menaruh curiga kepada Hassan Al-Banna dan
Ikhwanul Muslimin. Kecurigaan tersebut semakin
memuncak dan pada akhirnya pada tanggal 8 Desember
1948 pemerintah Mesir menyita semua kekayaannya, dan
178 | Asep Solikin

