Page 180 - Menelisik Pemikiran Islam
P. 180
Hassan Al-Banna terus aktif dan berjuang tak kenal lelah
berjuang bersama ikhwanul Muslimin sampai akhir
hayatnya.
Pergerakan Ikhwanul muslimin ini ternyata mendapat
tanggapan positif dari masyarakat dan menerima dalam
kehidupan mereka. Dalam kurun waktu yang relatif singkat,
organisasi ini telah berkembang dengan pesat. Pada tahun
1932, Ikhwanul Muslimin telah menpunya 15 cabang,
kemudian meningkat menjadi 500 cabang pada tahun 1940,
dan 2000 cabang pada tahun 1949 dengan jumlah anggota
aktif sekitar 500.000 orang, ditambah para simpatisan yang
tidak kecil jumlahnya. Pada tahun 1948, setahun sebelum
tokoh pendirinya tertembak, organisasi ini bagaikan sebuah
negara di dalam negara, yang lengkap dengan pasukan
militer, sekolah-sekolah dan rumah sakit serta klinik
sendiri.
Antara Al-Banna dengan Ikhwanul Muslimin tidaklah
dapat dipisahkan, karena dirinyalah pencetus ide
dirikannya organisasi itu.
Organisasi yang didirikan oleh Al-Banna pada bulan
Maret tersebut memang cepat berkembang. Akan tetapi
perkembangannya juga melalui pentahapan serta
penyusunan program yang matang dan menarik. Phase
perkembangan itu melalui tiga tahapan yaitu pertama;
tingkat propaganda dengan menanamkan dan meyebarkan
gagasan serta meneruskannya ke kalangan massa. Kedua;
tingkat menarik dan memilih pendukung. Ketiga; tingkat
pelaksanaan keputusan, aksi, dan gerakan.
Menelisik Pemikiran Islam | 173

