Page 178 - Menelisik Pemikiran Islam
P. 178
kebencian Barat yang ingin dan selalu meniupkan fitnah
yang sangat kencang dengan semboyannya yang sangat
terkenal yaitu: “Islam is false and must die”, Islam adalah
sebuah kepalsuan dan ia harus mati. Betapa berat tugas
pembaharu pada saat itu. Hingga bukan hanya
permasalahan dalam saja yang mesti di selesaikan tetapi
juga permasalahan luar terhadap bangsa penjajah yang
harus segera dibendung pada saat itu.
Ia menyadari bahwa dalam menghadapi kaum penjajah
yang dengan berbagai cara mereka lakukan guna
melemahkan daerah taklukakan, maka ia melihat pula sikap
kaum muslimin pada saat itu yang bermacam-macam. Ada
kalanya Muslim terus melakukan perlawanan dengan
penuh semangat kepahlawanan dan kalah, dan ada pula
yang lari dari kenyataan kemudian mengasingkan diri ke
tempat yang dianggap sepi sambil mendambakan
kebahagian ukhrawi. Nasib duniawi mereka tinggalkan
karena hanya melahirkan sengketa, permusuhan serte
perebutan kekuasaan. Dengan demikian pada saat itu
menjadi suburlah faham kesufin dalam pemahamannya
yang sangat dangkal. Mereka hanya mementingkan
kepetingan vertikal dengan Allah semata namun hubungan
terhadap manusia mereka abaikan. Hingga semakin
suburlah pelarian manusia terhadap kenyataan yang ada
pada kondisi pada saat itu dan mengambil tarekat yang ada
sebagai penghibur hatinya yang gundah gulana. Dan pada
akhrirnya lahirlah sebuah kesan bahwa Islam hanyalah
ibadah dalam arti yang sangat sempit. Mereka tidak begitu
lagi menghargai sesuatu berupa muamalah terhadap
manusia lain dengan konsekuensi hidupnya.
Sebenarnya apa yang diinginkan Hassan Al-Banna
adalah diterapkannya ajaran Islam secara total dalam
Menelisik Pemikiran Islam | 171

