Page 176 - Menelisik Pemikiran Islam
P. 176

kembali ke daerah kelahirannya dan menyampaikan ide-ide
               pembaharuannya serta aktif melibatkan diri dalam kegiatan
               masyarakat. Sejak itulah ia mulai dikenal umum, ide-idenya
               menarik  perhatian  dan  simpati  orang  banyak.  Hassan  Al-
               Banna bersama ide-idenya tidak lepas dari pengaruh sosial
               politik  Mesir yang  ada pada saat itu.  Setelah  Saad Zaglul,
               pemimpin    kemerdekaan    Mesir   meninggal,   terjadi
               disintegrasi politik dalam negeri, dan Mesir menjadi ajang
               pertarungan  antar  partai  politik.  Akibat  persaingan  yang
               tidak  sehat  ini,  memudarlah  semangat  nasionalisme  dan
               lemahlah  bangsa  Mesir.  Selain  itu,  partai  politik  yang
               berkuasa saat itu  sudah  tidak  lagi berkiblat  ke arah  Islam
               dalam  mengambil  kebijaksanaan  politiknya,  melainkan
               sepenuhnya berkiblat ke Barat. Seluruh aturan, kebiasaan,
               nilai-nilai  moral,  dan  konsepsi  politiknya  berorientasi  ke
               Barat.

                   Dalam  bidang  agama  dan  moral,  Mesir  tampaknya
               sudah  melupakan  Islam  sebagai  pandangan  hidup.  Di
               bidang  ekonomi  rakyat  jatuh  miskin  dan  lemah,  sumber
               daya alam, modal, dan pengawasan berada di tangan asing,
               Inggris.  Sementar  itu  dalam  dunia  pendidikan  terjadi
               kepincangan,  terutama  soal  kurikulum.  Sekolah-sekolah
               pemerintah  hanya  mementingkan  pelajaran  umum  dan
               mengesampingkan ilmu agama. Sebaliknya sekolah-sekolah
               agama    hanya   mengutamakan     ilmu   agama   tanpa
               menghiraukan ilmu umum.

                   Selain itu, khususnya di bidang politik, tampak adanya
               pengelompokan  dan  pemisahan  tajam  antara  ahli  agama
               dan  ahli  politik.  Ahli  agama  hanya  berwenang  berbicara
               tentang  agama,  dan  ahli  politik  berwenang  bicara  tentang
               politik.  Berbicara  politik  dipandang  tabu  bagi  ahli  agama,
               sehingga  waktu  itu,  terutama  di  Mesir,  muncul  organisasi

                                             Menelisik Pemikiran Islam | 169
   171   172   173   174   175   176   177   178   179   180   181