Page 179 - Menelisik Pemikiran Islam
P. 179

seluruh  aspek  kehidupan.  Islam  harus  dijadikan  pedoman
            dalam setiap hal, dari soal mengatur rumah tangga sampai
            mengatur masalah negara.
                 Ia  mengatakan  bahwa  Islam  adalah  agama  yang
            lengkap,  mencakup  seluruh  aspek  kehidupan.  Ia  adalah
            negara dan tanah air atau pemerintahan dan bangsa, jihad
            dan dakwah atau tentara dan pemikiran, intelektualitas dan
            undang-undang  atau  ilmu  dan  peradilan,  akhlak  dan
            kakuatan  atau  kasih  sayang  dan  keadilan,  materi  dan
            kekayaan  atau  usaha  dan  materi  begitu  pula  dia  adalah
            akidah yang murni dan ibadah yang benar.
                 Al-Banna  memang pejuang yang  menginginkan  wajah
            Islam dikenal sebagai totalitas dan tampak utuh. Karena itu
            pengetahuan  yang  digelutinya  bukan  sekedar  ilmu  agama
            dan  kegiatan  shufi  belaka,  akan  tetapi  juga  pengetahuan
            modern  yang  lain  seperti  pendidikan,  filsafat,  dan  logika
            guna  memperluas  cakrawala  pemikirannya.  Ia  juga
            diperkaya  dengan pemikiran  di  luar permasalahan agama.
            Ia  memandang  politik,  soal-soal  kemasyarakatan  menjadi
            bagian yang tak terlepas dalam wacana aksinya.
                 Sikap  ini  tampak  manakala  ia  melihat  Inggris
            memonopoli semua kebutuhan umat Islam pada saat itu di
            Mesir.  Mereka  mensuplai  semua  makanan  pokok  dan
            mengaturnya melalui Suez Canal Company.

                 Hassan  Al-Banna  menyadari  bahwa  perjuangannya
            untuk  mencapai  suatu  masyarakat  Mesir  yang  Islami
            tidaklah mudah, melainkan memerlukan waktu yang cukup
            lama  serta  menuntut  adanya  suatu  rencana  dan  program
            yang  harus  terorganisasi.  Maka  pada  tahun  1928,  ia
            bersama    beberapa   kawannya    mendirikan    sebuah
            perkumpulan dengan nama “Ikhwanul Muslimin”. Sejak itu

            172 | Asep Solikin
   174   175   176   177   178   179   180   181   182   183   184