Page 208 - Menelisik Pemikiran Islam
P. 208
dalam segala bidang. Semua intitusi yang melanggar syariat,
seperti tempat-tempat perjudian dan pelacuran
yangmenjamur di zaman Syi’ah, dihancurkan. Ia menerap-
kan hukuman yng keras terhadap mereka yang melanggar
syariat. Khome-ini yang sejak semula menyakini prinsip
perjuangan mustad’afin (kaum tertindas) melawan
mustakbirin (kaum yang angkuh) mencoba melaksana-
kannya dengan utuh. Untuk itu, kebijaksanaan
pembangunan yang dilan-carkanya berpusat pada
kepentingan rakyat kecil. Disamping itu ia sangat membenci
AS dan sekutunya yang diangapnya sebagai biang keladi
kerusakan umat manusia. Dalam masa khomeini terjadi
penyanderaan para diplomat AS yang berada di Teheran.
Sebagai penganut ajaran Syiah, khomeini menganggap
bahwa Islam tidak dapat dipisahkandari politik.
Menurutnya, Nabi Muhammad SAW dan imam-imam Dua
belas tidak hanya merupakan pemimpin spiritual, tetapi
sekaligus pemimpin-pemimpin politik. Oleh karena itu,
dalam pandangan khomeini, negara Islam mesti
diwujudkan. Hal itu selain merupakan bagian dari ajaran
Islam yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan politik,
juga untuk menjamin berlakunya syariat Islam dan
mencegah kemungkaran.
Negara Islam yang dimaksudkan khomeini adalah yang
berdasarkan pada prinsip wilayah al-faqih, suatu konsep
politik yang disimpulkan khomeini dari prinsip imamah
dalam Syiah Dua Belas pada masa keghaiban Imam
Mahdi.Menurut khomeini dalam wilayah al-faqih, kekua-
saan tertinggi negara ada pada seorang al-faqih (ahli agama
Islam) yang bersifat adil (taqwa dan patuh menjalankan
syariat), berkemampuan tinggi, dan disepakati oleh
mayoritas rakyat Menurut khomeini, seorang al-faqih harus
Menelisik Pemikiran Islam | 201

