Page 112 - Ximpun Qutaek Dayak Ngaju
P. 112

Wilayah


                            Groote Dajak (Dayak Besar) terbagi lagi dalam onderdistrik-onderdistrik (setingkat
                            kecamatan):
                             Beneden Kahajan (Kahayan Kuala), Mideen Kahajan (Kahayan Tengah), Boven
                            Kahajan (Kahayan Hulu)
                             Roengan (Rungan)
                             Manoehing (Manuhing)

                            Sejarah  Serah  Terima  Wilayah  dan  Pemekaran

                            Wilayah

                            Tahun 1817

                            Kontrak Perjanjian Karang Intan I tanggal 1
                            Januari 1817 (12 Safar 1232 Hijriyah); Besluit tanggal 29 April 1818, No. 4., bahwa
                            Paduka Sri Sultan Sulaiman Al-Mu'tamid 'Alâ Allâh menyerahkan wilayah Distrik
                            Dayak Besar beserta sebagian besar wilayah Kalimantan kepada pemerintahan
                            kolonial Hindia Belanda.
                                                  [5]
                            CONTRACT MET DE SULTAN BANDJERMASIN,
                            d.d. 1 Januari 1817
                            Bt. 29 April 1818, No. 4

                            Perkara lima.

                            “Tuan Sultan kasih sama radja Wolanda itu Pulau Lodji Tatas dan benteng2 Kuin
                            dan negeri Dajak Besar Ketjil dan negeri Mendawai dan negeri Sampit dan negeri
                            Kuta Waringin dan negeri Sintang dan negeri Lawei dan negeri Djelai dan negeri
                            Bakumpai dan negeri Tabanio dan negeri Pegatan sama Pulau Laut dan negeri Pasir

                            dan negeri Kutei dan negeri Barau sama dia punja rantauan.”
                            Tahun 1826

                            CONTRACT  MET  DEN  SULTAN  VAN  BANDJERMASIN  4  Mei  1826.  /  B  29
                            September  1826  ke-sepuluh,  bahwa  Paduka  Sri Sultan  Adam  al-Wâthiq
                            billâh menegaskan  kembali  penyerahan  wilayah  Distrik  Dayak  Besar  beserta
                            sebagian besar wilayah Kalimantan kepada pemerintahan kolonial Hindia Belanda.
                                                                                                    [5]
                            Perkara 4:
                                                            91.
   107   108   109   110   111   112   113   114   115   116   117