Page 114 - Ximpun Qutaek Dayak Ngaju
P. 114
Tahun 1861
Tahun 1861 Afdeeling groot en kleine Daijak (Dayak Besar-Kecil) dibagi beberapa
wilayah kepala suku:
Tahun 1861, Toemenggoeng Djaija kepala suku Dayak petama dari Pulau Petak
dan Pulau Telo, eerste daijaksch-hoofd van Poeloe Petak en Poelo Teloe.
[8]
Tahun 1861, Raden Singa Pattie, kepala pertama dari Kahayan Hilir, eerste hoofd
van Beneden-Kahajan
Tahun 1861, Demang Soera, kepala suku dari Kahayan Tengah (hoofd van Midden-
Kahajan).
Tahun 1861, Toemenggoeng Toendan, kepala suku dari Kahayan Hulu (hoofd van
Boven-Kahajan)
Tahun 1861, Patih Singa Aroem, kepala suku dari Daijak-Roengan (hoofd van
Dayak Rungan)
Tahun 1861, Toemenggoeng Singa Nagara, kepala suku dari Kapuas Tengah
(hoofd van de midden Kapoeas).
Tahun 1861, Toemenggoeng Hoendjoen, kepala suku dari Kahayan Hulu (hoofd der
boven-Kapoeas).
Tahun 1861, Patih Singa Djaja, kepala suku dari Sirat (hoofd van Sirat).
Tahun 1869
Tahun 1869 Afdeeling Dayak Besar dibagi 7 wilayah kepala suku: [1][9]
Tahun 1870, Raden Singa Pattie kepala pertama Kahayan Hilir, Eerste hoofd der
Beneden-Kahajan.
[1]
Toemenggoeng Ngabehi Pandji, 20 April 1869, kepala pertama dari Kahayan Hulu
(Eerste hoofd der Boven-Kahajan).
[1]
Raden Singa Langi, 20 Mei 1868, kepala pertama dari Lanschap Manuhing (Eerste
hoofd van het Landschap Manoehing).
[1]
Toemenggoeng Soera Djaja‚ 20 April 1869, kepala-distrik Kahayan Tengah
(Distriktshoofd der Midden-Kahajan).
[1]
Raden Djaja Pati, 8 Januari 1867, kepala-distrik Rungan (Distriktshoofd der
Roengan.
[1]
Demang Singa Ameij Doehong, 9 Juni 1869, kepala suku dari Miri Hulu (Hoofd der
Boven-Mirih).
[1]
Demang Matjan Bahoì, 9 Juni 1869, kepala suku dari Miri Hilir (Hoofd der Beneden-
Mirih).
[1]
93.

