Page 113 - Ximpun Qutaek Dayak Ngaju
P. 113
“Sri Paduka Sultan Adam salinkan kepada radja dari Nederland
segala negeri jang tersebut di bawah ini : Pulau Tatas dan Kuin sampai
di subarang kiri Antasan Ketjil dan pulau Burung mulai dari kuala
Bandjar subarang kanan sampai di Pantuil dan di Pantuil subarang
pulau Tatas lantas ke timur Rantau Kuliling dengan segala sungai2nja
Kelajan Ketjil Kelajan Besar dan kampung jang di subarang pulau
Tatas sampai di sungai Messa di ulu kampung Tjina lantas ke darat
sampai di sungai Baru sampai di sungai Lumbah dan pulau Bakumpai
mulai dari kuala Bandjar subarang kiri mudik sampai di kuala
Andjaman di kiri milir sampai kuala Lopak dan segala tanah
Dusun semuanja desa2 kiri kanan mudik ka ulu mulai Mengkatip
sampai terus negeri Siang dan di ilir sampai di kuala Marabahan dan
tanah Dajak Besar-Ketjil dengan semuanja desa2nja kiri kanan mulai
di kuala Dajak mudik ka ulu sampai terus ke ilir sungai Dajak dengan
segala tanah di daratan jang takluk padanja dan tanah Mendawai
Sampit Pembuang semuanja desa2nja dengan segala tanah jang
takluk padanja dan tanah Kutaringin Sintang Lawey Djelei semuanja
desa2nja dengan segala tanah jang takluk padanja. Dan Taboniou dan
segala tanah Laut sampai di Tandjung Silatan dan ke timur sampai
watas dengan Pagatan dan ka oetara sampai di kuala Maluka mudik
sungai Maluka Selingsing Lijang Anggang Banju Irang lantas ke timur
sampai di gunung Pamaton sampai watas dengan tanah Pagatan dan
negeri jang di pasisir timur Pagatan Pulau Laut Batu Litjin Pasir Kutai
Barau semuanja dengan tanah2 jang takluk padanja.p “
Tahun 1849
Menurut Staatsblad van Nederlandisch Indië tahun 1849, wilayah de groot en kleine
Daijak-rivier (sungai Dayak Besar dan sungai Dayak Kecil) ini menjadi bagian dari
zuid-ooster-afdeeling van Borneo berdasarkan Bêsluit van den Minister van Staat,
Gouverneur-Generaal van Nederlandsch-Indie, pada 27 Agustus 1849, ke
delapan.
[6]
Tahun 1849 Tanah Dayak (Dayak Besar-Kecil) dibagi 3 wilayah kepala suku:
Tahun 1849, Toemenggoeng Djaija kepala suku dari Pulau Petak Ulu (Dayak Kecil),
hoofd van Poeloe Petak-0eloe.
[7]
Tahun 1849, Raden Djaija kepala suku dari Pulau Petak Ilir (Dayak Kecil), hoofd van
Poeloe Petak-Ielier.
[7]
Tahun 1849, Raden Singa Pattie kepala suku dari Kahayan (Dayak Besar), hoofd
van Kahajan.
[7]
92.

