Page 119 - Ximpun Qutaek Dayak Ngaju
P. 119
Afdeeling Doesoenlandeen atau Tanah Dusun(1898-1930) [2][3] adalah
[1]
bekas sebuah afdeling dalam Karesidenan Selatan dan Timur
Borneo sesuai Staatblad tahun 1898 no. 178. Tanah Dusun merupakan
sebutan untuk kawasan yang berada di sebelah hulu kota
Mengkatip. Distrik Bakumpai (sekarang bagian dari Barito Kuala) dan
Dusun pada mulanya masih menyatu dengan Distrik Bakumpai dan
disebut Distrikt Becompaij Dousson sebelum tahun 1898, tidak
termasuk di dalamnya wilayah Distrik Patai dan Distrik Sihong (kabupaten
Barito Timur) yang berada di bawah Radhen Adipati Danoe Redjo dalam
waktu itu masih berada di bawah Afdeeling Amoenthaij (penerus
Kesultanan Banjar).
[4]
Afdeeling Doesoenlandeen, dengan ibu kota Moeara Tewe (Muara
Teweh) terdiri dari:
1. Onderadfeeling Boven Doesoen (Dusun Atas) dengan distrik-distrik
1. Distrik Boven Doesoen, terbagi atas:
1. Onderdistrik Laoeng
2. Onderdistrik Siang Moeroeng
2. Distrik Mideen Doesoen (Dusun Tengah), terbagi atas:
1. Onderdistrik Montallat
2. Onderdistrik Kwala Benangin
2. Onderafdeeling Beneden en Oost Doesoen (Dusun Hilir dan Dusun
Timur) dan Mengkatib. Ibu kota Buntok.
Sekitar tahun 1850, daerah Tanah Dusun (Barito Raya) terbagi dalam
beberapa daerah pemerintahan yaitu: Kiaij Martipatie, Moeroeng Sikamat,
Dermawijaija, Kiaij Dermapatie, Ihanjah dan Mankatip. [5][6]
Tahun 1930, Tanah Dusun terdiri atas: Moearatewe dan
Poeroektjaoe. Wilayah ini sekarang lebih populer dengan sebutan Barito
[7]
Raya. Nama Barito sudah dikenal tahun 1350 dalam
Kitab Negarakertagama.
Dewasa ini wilayah ini telah berkembang menjadi 4 kabupaten
di Kalimantan Tengah:
1. Barito Selatan
2. Barito Timur
3. Barito Utara
4. Murung Raya
98.

