Page 19 - Media Pembelajaran Berbasis Teknologi
P. 19
3. Memfungsikan seluruh indera siswa, sehingga kelemahan
dalam salah satu indera (misal: mata atau telinga) dapat
diimbangi dengan kekuatan indera lainnya.
4. Mendekatkan dunia teori/konsep dengan realita yang sukar
diperoleh dengan cara-cara lain selain menggunakan media
pembelajaran. Misalnya untuk memberikan pengetahuan
tentang pola bumi, anak tidak mungkin memperoleh
pengalaman secara langsung. Maka dibuatlah globe sebagai
model dari bola bumi. Demikian juga benda-benda lain
yang terlalu besar atau terlalu kecil, gejala-gejala yang
gerakannya terlalu cepat atau terlalu lambat, gejala-
gejala/objek yang berbahaya maupun sukar didapat, hal-hal
yang terlalu kompleks dan sebagainya, semuanya dapat
diperjelas menggunakan media pembelajaran.
5. Meningkatkan kemungkinan terjadinya interaksi langsung
antar siswa dengan lingkungannya. Misalnya dengan
menggunakan rekaman, eksperimen, karyawisata, dan
sebagainya.
6. Memberikan uniformitas atau keseragaman dalam
pengamatan, sebab daya tangkap setiap siswa akan
berbeda-beda tergantung dari pengalaman serta intelegensi
masing-masing siswa. Misalnya persepsi tentang gajah,
dapat diperoleh uniformitas dalam pengamatan kalau
binatang itu diamati langsung atau tiruannya saja dibawa ke
depan kelas.
7. Menyajikan informasi belajar secara konsisten dan dapat
diulang maupun disimpan menurut kebutuhan. Misalnya
berupa rekaman, film, slide, gambar, foto, modul, dan
sebagainya.
8

