Page 214 - Bibliospiritual Menemukan Makna Dalam Kata Terbaca
P. 214
“Tidak pernah, ibuku selalu ingin aku untuk belajar dan
membaca banyak buku. Selain itu, ibuku dapat mencuci baju
lebih cepat dariku.” Si direktur mengatakan “aku memiliki
permintaan. Ketika kamu pulang ke rumah hari ini, pergi
dan cuci tangan ibumu. Kemudian temui aku esok hari.” Si
pemuda merasa kemungkinannya mendapatkan pekerjaan
ini sangat tinggi. Ketika pulang, dia meminta ibunya untuk
membiarkan dirinya membersihkan tangan ibunya. Ibunya
merasa heran, senang tetapi dengan perasaan campur aduk,
dia menunjukkan tangannya ke anaknya.
Si pemuda membersihkan tangan ibunya perlahan.
Airmatanya tumpah. Ini pertama kalinya dia menyadari
tangan ibunya sangat berkerut dan banyak luka.Beberapa
luka cukup menyakitkan ketika ibunya merintih ketika dia
menyentuhnya.
Ini pertama kalinya si pemuda menyadari bahwa
sepasang tangan inilah yg setiap hari mencuci baju agar
dirinya bisa sekolah. Luka di tangan ibunya merupakan
harga yg harus dibayar ibunya untuk pendidikannya,
sekolahnya, dan masa depannya.
Setelah membersihkan tangan ibunya, si pemuda
diam2 mencuci semua pakaian tersisa untuk ibunya. Malam
itu, ibu dan anak itu berbicara panjang lebar.
Si direktur menyadari ada air mata di mata sang
pemuda. Kemudian dia bertanya, ” dapatkah kamu
ceritakan apa yg kamu lakukan dan kamu pelajari tadi
malam di rumahmu?”
Si pemuda menjawab,” saya membersihkan tangan ibu
saya dan juga menyelesaikan cuciannya. Saya sekarang
mengetahui apa itu apresiasi.”
Bibliospiritual: Menemukan Makna dalam Kata Terbaca | 201

