Page 220 - Bibliospiritual Menemukan Makna Dalam Kata Terbaca
P. 220
hukuman itu dilimpahkan saja kepadanya, karena ia sangat
menyayangi putrinya.
Setelah bekerja bertahun-tahun sebagai babu tanpa
ada orang yang mengetahui siapa dirinya dirumah tersebut,
akhirnya ia menderita sakit dan tidak bisa bekerja lagi.
Mantunya merasa berhutang budi kepada pelayan tuanya
yang setia ini sehingga ia
memberikan kesempatan untuk menjalankan sisa
hidupnya di rumah jompo. Puluhan tahun ia tidak bisa dan
tidak boleh bertemu lagi dengan putri kesayangannya. Uang
pension yang ia dapatkan selalu ia sisihkan dan tabung
untuk putrinya, dengan pemikiran siapa tahu pada suatu
saat ia membutuhkan bantuannya. Pada tahun lampau
beberapa hari, ia jatuh sakit lagi, tetapi ini kali ia merasakan
bahwa saatnya sudah tidak lama lagi. Ia merasakan bahwa
ajalnya sudah mendekat. Hanya satu keinginan yang ia
dambakan sebelum ia meninggal dunia, ialah untuk bisa
bertemu dan boleh melihat putrinya sekali lagi. Di samping
itu ia inginmemberikan seluruh uang simpanan yang ia
telah kumpulkan selama hidupnya, sebagai hadiah terakhir
untuk putrinya. Suhu diluaran telah mencapai 17 derajat di
bawah nol dan salujupun turun dengan lebatnya, jangankan
manusia anjingpun pada saat ini tidak mau keluar rumah
lagi, karena di luaran sangat dingin, tetapi Nenek tua ini
tetap memaksakan diri untuk pergi ke rumah putrinya. Ia
ingin betemu dengan putrinya sekali lagi yang terakhir kali.
Dengan tubuh menggigil karena kedinginan, ia menunggu
datangnya bus berjam-jam di luaran. Ia harus dua kali ganti
bus, karena jarak rumah jompo tempat di mana ia tinggal
letaknya jauh dari rumah putrinya. Satu perjalanan yang
jauh dan tidak mudah bagi seorang nenek tua yang berada
dalam keadaan sakit. Setiba di rumah putrinya dlm keadaan
Bibliospiritual: Menemukan Makna dalam Kata Terbaca | 207

