Page 224 - Bibliospiritual Menemukan Makna Dalam Kata Terbaca
P. 224
NASIHAT YANG JITU
“Wahai Jahdar, kini engkau telah bertaubat. Alangkah
mulianya bila taubatmu itu disertai amal kebajikan. Untuk
itu, aku ingin memerintahkan engkau untuk memberantas
kezaliman yang terjadi di salah satu wilayah kekuasaanku.”
P
ada suatu hari Ibrahim bin Adham didatangi oleh
seorang lelaki yang gemar melakukan maksiat. Lelaki
tersebut bernama Jahdar bin Rabi’ah. Ia meminta nasehat
kepada Ibrahim agar ia dapat menghentikan perbuatan
maksiatnya. Ia berkata, “Ya Aba Ishak, aku ini seorang yang
suka melakukan perbuatan maksiat. Tolong berikan aku
cara yang ampuh untuk menghentikannya!” Setelah
merenung sejenak, Ibrahim berkata, “Jika kau mampu
melaksanakan lima syarat yang kuajukan, aku tidak
keberatan kau berbuat dosa.” Tentu saja dengan penuh rasa
ingin tahu yang besar Jahdar balik bertanya, “Apa saja
syarat-syarat itu, ya Aba Ishak?”
“Syarat pertama, jika engkau melaksanakan perbuatan
maksiat, janganlah kau memakan rezeki Allah,” ucap
Ibrahim. Jahdar mengernyitkan dahinya lalu berkata, “Lalu
aku makan dari mana? Bukankah segala sesuatu yang
berada di bumi ini adalah rezeki Allah?” “Benar,” jawab
Ibrahim dengan tegas. “Bila engkau telah mengetahuinya,
masih pantaskah engkau memakan rezeki-Nya, sementara
Bibliospiritual: Menemukan Makna dalam Kata Terbaca | 211

