Page 229 - Bibliospiritual Menemukan Makna Dalam Kata Terbaca
P. 229
satu. “Tetapi sekarang tidak lagi. doanya ditolak karena
empat bulan yg lalu ia memakan sebutir kurma yang jatuh
dari meja seorang pedagang tua di dekat mesjidil haram,”
jawab malaikat yang satu lagi.
Ibrahim bin adham terkejut sekali, ia terhenyak, jadi
selama empat bulan ini ibadahnya, shalatnya, doanya dan
mungkin amalan-amalan lainnya tidak diterima oleh Allah
SWT gara- gara memakan sebutir kurma yang bukan
haknya. “Astaghfirullahal adzhim,” Ibrahim beristighfar. Ia
langsung berkemas untuk berangkat lagi ke Mekkah
menemui pedagang tua penjual kurma.Untuk meminta
dihalalkan sebutir kurma yang telah ditelannya.
Begitu sampai di Mekkah ia langsung menuju tempat
penjual kurma itu, tetapi ia tidak menemukan pedagang tua
itu melainkan seorang anak muda. “Empat bulan yang lalu
saya membeli kurma disini dari seorang pedagang tua.
kemana ia sekarang ?” tanya ibrahim. “Sudah meninggal
sebulan yang lalu, saya sekarang meneruskan pekerjaannya
berdagang kurma” jawab anak muda itu. “Innalillahi wa
innailaihi roji’un, kalau begitu kepada siapa saya meminta
penghalalan ?”. Lantas ibrahim menceritakan peristiwa yg
dialaminya, anak muda itu mendengarkan penuh minat.
“Nah, begitulah” kata ibrahim setelah bercerita, “Engkau
sebagai ahli waris orangtua itu, maukah engkau
menghalalkan sebutir kurma milik ayahmu yang terlanjur
ku makan tanpaizinnya?”
“Bagi saya tidak masalah. Insya Allah saya halalkan.
Tapi entah dengan saudara-saudara saya yang jumlahnya
11 orang. Saya tidak berani mengatas nama kan mereka
karena mereka mempunyai hak waris sama dengan saya.”
216 | Bibliospiritual: Menemukan Makna dalam Kata Terbaca

