Page 270 - Bibliospiritual Menemukan Makna Dalam Kata Terbaca
P. 270
Sewaktu pulang, di pertigaan jalan yang tidak begitu
jauh dari pasar, laki-laki itu berpapasan dengan seorang
pengemis. Dia berkata: “Berilah aku sesuatu. Demi Allah,
aku tidak punya apa-apa untuk menyambung hidup dan
sungguh Allah beserta orang-orang yang membantu
sesamannya. Tanpa pikir panjang laki-laki itu memberikan
uang dua dirham dari hasil penjualan kerudung istrinya.
Sesampainya di rumah, sang istri menanyakan apakah
gerangan yang terjadi sehingga engkau pulang tidak
membawa apa-apa.
Laki-laki itu menceritakan apa yang terjadi. Cerita
pertemuannya dengan seorang pengemis sampai
pemberikan uang dua dirham tersebut. Istrinya berkata:
“Kiranya Allah SWT masih memberikan kesempatan bagi
kita untuk menyedekahkan sebagian dari harta kita”.
Istrinya lantas melepas kalung yang menempel di leher dan
diberikan kepada suami.” Ambillah dan jualah agar
mendapatkan makanan untuk anak-anak kita”, ucap
Istrinya.
Setelah menerima kalung dari istrinya, laki-laki itu
pergi menawarkan kepada pembeli. Ia berkeliling lumayan
lama namun tak ada seorang pun yang berkenan membeli
kalung tersebut. Laki-laki itu tampak sangat letih dan lelah.
Akhirnya ia bermaksud pulang, tiba-tiba ia bertemu dengan
penjual ikan dan menawarkan kepada penjual agar mau
menukar ikan hasil buruannya, penjual ikan mengiyakan
tawaran laki-laki tersebut.
Laki-laki itu lekas berjalan pulang dengan raut wajah
amat senang. Sesampainya di rumah, segera istrinya
memegang ikan lalu dibawa ke dapur. Ketika perut ikan
dirobek, dilihatnya dalam perut ikan itu ada mutiara yang
Bibliospiritual: Menemukan Makna dalam Kata Terbaca | 257

