Page 267 - Bibliospiritual Menemukan Makna Dalam Kata Terbaca
P. 267
kemudian berkata, “Demi Allah. Aku akan berkeliling malam
ini kepada seratus atau sembilan puluh sembilan
perempuan (istri), dan masing-masing istri akan
melahirkan satu penunggang kuda yang berjihad di jalan
Allah.”
Kata “berkeliling” adalah kata kinayah atau kiasan. Di
mana kata-kata kiasan tersebut sering digunakan oleh para
Nabi dan orang-orang shalih, sebagai pengganti kata-kata
yang mempunyai konotasi jelek jika disebut secara jelas
dan apa adanya.
Malaikat yang mendapati hal tersebut kemudian
menegur Nabi Sulaiman, “katakanlah Insya Allah”. Dengan
maksud supaya Nabi Sulaiman mengikutinya. Namun Nabi
Sulaiman yang sedang sibuk memperhatikan pasukannya,
lupa untuk mengucapkan kalimat “Insya Allah”. Setelah
berkeliling untuk menggauli para istrinya, Nabi Sulaiman
merasa bahagia karena merasa akan mempunyai prajurit-
parjurit baru.
Namun harapan dengan kenyataan yang terjadi justru
berbanding terbalik. Sebab dari sekian banyak perempuan
yang digauli oleh Nabi Sulaiman As, hanya satu yang
melahirkan. Itupun dengan kondisi yang tidak lengkap.
Kondisi ini bisa dimaknai berupa bayi prematur, atau bayi
yang lahir dengan kurang sempurna sesuai harapan Nabi
Sulaiman.
Usut punya usut, ternyata ketika Nabi Sulaiman
bersumpah untuk menggauli para istrinya dengan maksud
supaya mendapatkan keturunan yang bisa jihad di jalan
Allah Swt tidak disertai dengan ungkapan Insya Allah. Itulah
yang menjadi sebab kenapa yang melahirkan hanya seorang
perempuan. Nabi Sulaiman lalai, bahwa yang diucapkan
254 | Bibliospiritual: Menemukan Makna dalam Kata Terbaca

