Page 265 - Bibliospiritual Menemukan Makna Dalam Kata Terbaca
P. 265
mereka berdua kembali turun dan sudah sampai di kamar si
gadis.
Tiga hari pasca kejadian itu, si pemuda bercerita
tentang kejadian yang menimpanya kepada istri. Lalu
mreka sepakat untuk menjebak si Iblis tepat pada Senin
malam. Semua lubang kamar ditutup kecuali lubang di
mana si Iblis sering masuk.
Malam harinya, ketika Iblis masuk kamar, si pemuda
yang bersembunyi di luar rumah menutup lubang tempat
iblis masuk. kemudian masuk ke rumah dan menuju ke
kamar. Pintu kamar dibuka dan Iblis pun kaget ketika
pemuda masuk kamar dan mengunci pintu. Sebelum ia
meneruskan bicaranya, si pemuda berkata keras “la haula
wa la quuata illa billahil aliyyil adhim.
Iblis kepanasan sambil meraung. Dibacakan kalimat
tadi kedua kalinya, tubuh si Iblis menyala dan
mengeluarkan asap sambil mencari-cari lubang untuk
keluar dari kamar, diucapakan kalimat yang ketiga kalinya,
Iblis meraung semakin keras lalu meledak dan menjadi
debu.
Wahai Abdullah bin Qais, maukah engkau
kuberitahu tentang salah satu tabungan
surgawi? Abdullah bin Qais menjawab: ‘Tentu,
wahai Rasulullah’. Ia bersabda: ‘Ucapkanlah laa
haula wa laa quwwata illa billah’”
(HR. Bukhari)
252 | Bibliospiritual: Menemukan Makna dalam Kata Terbaca

