Page 271 - Bibliospiritual Menemukan Makna Dalam Kata Terbaca
P. 271
sangat indah yang seumur-umur belum pernah dilihatnya.
Laki-laki itu langsung mengambil dan membawanya balik
ke pasar. Ketika melihat benda dari dalam perut ikan ini,
salah seorang pedagang perhiasan berkata: “Ini bukan
sembarang batu, ini adalah permata yang harganya sangat
mahal”. Para pedagang perhiasan ini bergantian menawar
mutiara tadi sampai harga tertinggi yaitu empat ratus
dirham. Laki-laki itu cepat-cepat pulang. Di hitungnya uang
ratusan dirham bersama istrinya.
Mendengar pintu rumah diketuk, keduanya lantas
keluar rumah dan melihat seorang pengemis berperawakan
kumal dan dekil meminta sedekah seikhlasnya. Dengan
ikhlas suami-istri memberikan dua ratus dirham kepada si
pengemis sambil berkata: “Kami mendapat rizki dari Allah
SWT sebesar empat ratus dirham dan kami berikan
kepadamu separuhnya, jikalau di rasa kurang cukup buat
bekal, maka baliklah ke sini lagi, nanti kami beri tambahan”.
Suami istri tersebut menunggu pengemis tadi ber jam-
jam sampai merasa yakin pemberiannya lebih dari cukup.
Seminggu kemudian, laki-laki itu tertidur di kursi setelah
pulang dari tempat kerjanya. Ia bermimpi melihat pengemis
yang tempo hari datang ke rumahnya lalu bertanya:
“Kenapa engkau tidak datang lagi?” Pengemis menjawab:”
Wahai laki-laki! Sesungguhnya aku bukan pengemis. Aku
adalah Malaikat yang diutus oleh Allah untuk menguji
sampai di mana kesabaranmu menerima apa yang
dilimpahkan Allah kepadamu dan memberi kabar gembira
kepadamu, bahwa sesungguhnya Allah menerima
sedekahmu dua dirham dan memberikan kepadamu
sebagai gantinya dirham sejumlah ini, dan Allah juga
mempersiapkan imbalan yang tidak pernah dilihat mata,
258 | Bibliospiritual: Menemukan Makna dalam Kata Terbaca

