Page 276 - Bibliospiritual Menemukan Makna Dalam Kata Terbaca
P. 276
PEMUDA DAN SEPOTONG KAYU
“Ya Allah, sungguh Engkau tahu bahwa aku meminjam uang
sebesar seribu dinar. Lalu ia (si peminjam) memintaku
seorang penjamin, namun kukatakan padanya, ‘Allah cukup
sebagai penjamin.”
P
ada zaman dahulu, sebelum era keislaman, hidup
seorang pemuda dari kalangan Bani Israil yang
memiliki pribadi luhur. Ia sangat jujur dan tak pernah
ingkar janji. Suatu hari si pemuda sangat membutuhkan
uang untuk keperluannya. Ia pun meminjam sejumlah uang
kepada seseorang yang ia kenal. Namun, saat itu tak ada
saksi dalam interaksi utang piutang tersebut. “Datangkan
ke sini para saksi yang akan mempersaksikan,” ujar si
peminjam uang. “Cukuplah Allah sebagai saksi,” kata si
pemuda. “Kalau begitu, datangkan kepadaku seorang
penjamin,” pinta si peminjam lagi.
Namun, si pemuda tak memiliki seseorang untuk
menjadi saksi apalagi penjamin. Ia hanya bisa berucap,
“Cukuplah Allah sebagai penjamin,” kata si pemuda. Akan
tetapi, baginya menyebut asma Allah dalam ikatan
perjanjian maka menjadikannya sangat kuat. Jika dilanggar,
ia amat takut Allah murka. Tekad si pemuda pun dipercaya
si peminjam. “Kau benar,” katanya. Ia pun kemudian
memberi pinjaman seribu dinar kepada sang pemuda.
Keduanya pun menyepakati masa jatuh tempo
pengembalian uang tersebut.
Bibliospiritual: Menemukan Makna dalam Kata Terbaca | 263

