Page 281 - Bibliospiritual Menemukan Makna Dalam Kata Terbaca
P. 281
dia tak membantu memanen, niscaya tidak akan
mendapatkan anggur.
Bergegas dia menjumpai Imam Malik sang guru. Sambil
menaruh seluruh anggur yang didapatnya, dia bercerita.
Imam Syafii sedikit mengeraskan bagian kalimat,
“seandainya saya tidak keluar pondok dan melakukan
sesuatu (membantu memanen), tentu saja anggur itu tidak
akan pernah sampai di tangan saya.”
Mendengar itu Imam Malik tersenyum, seraya
mengambil anggur dan mencicipinya. Imam Malik berucap
pelan. “Sehari ini aku memang tidak keluar pondok, hanya
mengambil tugas sebagai guru, dan sedikit berpikir
alangkah nikmatnya kalau dalam hari yang panas ini aku
bisa menikmati anggur. Tiba-tiba engkau datang sambil
membawakan beberapa ikat anggur untukku. Bukankah ini
juga bagian dari rezeki yang datang tanpa sebab. Cukup
dengan tawakkal yang benar kepada Allah niscaya Allah
akan berikan Rezeki. Lakukan yang menjadi bagianmu,
selanjutnya biarkan Allah yang mengurus lainnya.”
Guru dan murid itu kemudian tertawa. Dua Imam
madzab mengambil dua hukum yang berbeda dari hadits
yang sama.
”Katakanlah, ’Siapakah yang memberi rizki
kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah
yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan
penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan
yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan
yang mati dari yang hidup dan siapakah yang
mengatur segala urusan?’ Maka mereka
semuanya akan menjawab, ’Allah’.”
(QS. Yunus [10]: 31)
268 | Bibliospiritual: Menemukan Makna dalam Kata Terbaca

