Page 285 - Bibliospiritual Menemukan Makna Dalam Kata Terbaca
P. 285

beribu  serpihan.  Apalagi,  setelah  berlalu  dari  sisi
            Rasulullah,   anak   yang   sangat   disayanginya   pun
            meninggalkannya. Lengkap sudah derita Tsa’labah. Hatinya
            merana.  Dengan  tertatih  dan  jiwa  yang  nyaris  putus  asa,
            serta tangan masih terbelenggu di leher, ia kembali menuju
            puncak  bukit.  Di  atas  bukit  nan  lengang,  ia  menjerit,
            mengadu     kepada    Allah Subhanahu   wata’ala.   “Ya
            Allah, Rabb semesta  alam,  aku  telah  mendatangi  Umar,
            namun  ia  malah  mengusirku.  Aku  telah  mendatangi  Abu
            Bakar, ia juga mengusirku. Aku telah mendatangi Ali, ia juga
            mengusirku. Bahkan aku telah mendatangi Rasulullah, nabi
            utusan-Mu yang mulia, ia juga memutuskan harapanku. Kini
            tinggal  Engkau…  Engkah  wahai  Tuhanku,  apa  yang  akan
            Engkau  lakukan  terhadapku.  Aku  mohon  jawaban  atas
            doaku,  ‘ya’  atau  ‘tidak’.  Jika  engkau  menjawab  ‘tidak’,
            alangkah celakanya aku. Dan jikalau Engkau menjawab ‘ya’,
            betapa bahagianya diriku.”

                 Seketika,  turunlah  malaikat  dari  langit  menjumpai
            Nabiyullah  Muhammad Saw. Malaikat  berkata  kepada
            beliau,  “Allah  bertanya  kepadamu,  wahai  Muhammad,
            ‘Siapakah yang menciptakan makhluk, Allah atau dirimu?’”
            Beliau  menjawab,  “Allah”.  Malaikat  pun  berkata,  “Allah
            memerintahkan  kepadamu  untuk  menyampaikan  berita
            gembira    kepada   hamba-Nya,   karena   Allah   telah
            mengampuni dosanya.”

                 Menerima kabar itu, Nabi segera bersabda kepada para
            sahabatnya,  “Siapakah  yang  bisa  menjemput  Tsa’labah
            untuk  datang  ke  sini?”  Abu  Bakar  dan  Umar  spontan
            bangkit  begitu  juga  Ali  dan  Salman  tidak  mau  kalah  dan
            berkata   “Wahai    Rasulullah,   biarlah   kami   yang
            menjemputnya.” Akhirnya, beliau menunjuk Ali dan Salman.
            Keduanya  bergegas  berangkat  menuju  bukit  di  mana

            272 | Bibliospiritual: Menemukan Makna dalam Kata Terbaca
   280   281   282   283   284   285   286   287   288   289   290