Page 290 - Bibliospiritual Menemukan Makna Dalam Kata Terbaca
P. 290

Semilir  angin  berhembus  menyejukan,  sungai-sungai
               mengalir  begitu  jernihnya.  Seolah-olah  ia  cermin  laiknya
               dalam kisah singgasana Sulaiman. Damai, tentram menyapa.
               Wanita itu merasa nyaman mengada disana.

                   Ternyata  ia  tak  sendiri.  Ada  beberapa  wanita  lainnya
               yang  turut serta menikmati keindahan  ciptaan  Sang  Maha
               Pencipta.  Khusyuk  membersamai  diri  beserta  alam.
               Berselang  kemudian  ia  mendekati  salah  seorang  wanita.
               Wanita  itu  berparas  bersih  nan  jernih,  seolah  diliputi
               cahaya.   Ia   mencoba   menyapa.    “Assalamu’alaikum,
               Saudariku.” “Wa’alaikumsalam. Selamat datang, Saudariku.”
               “Terima  kasih.  Apakah  tempat ini,  surganya  Allah?”  Tanya
               wanita itu penuh rasa penasaran. Yang ditanya tersenyum
               kecil. “Oh tentu saja bukan, Saudariku. Ini hanyalah tempat
               persinggahan,  tempat  menanti  sebelum  beranjak  menuju
               Surga  Allah.”  “Benarkah  begitu?  Tak  dapat  kubayangkan
               seperti  apa  indahnya  surga,  jika  tempat  ini  saja  sudah
               seindah ini.” gumamnya penuh kekaguman.
                   Wanita itu tersenyum lagi, kemudian ia balik bertanya,
               ”Wahai Saudariku, Amalan apa yang engkau lakukan hingga
               mengantarkanmu  sampai  disini?”  Dengan  sedikit  terbata-
               bata dan menjaga perkataan, ia menjawab, “Alhamdulillah,
               Aku senantiasa menjaga shalat. Dan menambahnya dengan
               ibadah sunnah.” “Alhamdulillah.”
                   Nun jauh di ujung taman, nampaklah sebuah pintu. Ia
               begitu  kokoh,  besar,  mencengkram  bumi.  Menjadi  sekat
               diantara  satu  sama  lainnya.  Ia  pun  begitu  indah,  dengan
               dekorasi  yang  asing  dimata.  Ia  kemudian  terbuka,
               menyiratkan  bahwa  siapapun  dipersilakan  memasukinya.
               Beberapa  wanita  yang  sedari  tadi  menunggu  di  taman,
               bersegera  masuk.  Satu  persatu  dari  mereka  beranjak


                            Bibliospiritual: Menemukan Makna dalam Kata Terbaca | 277
   285   286   287   288   289   290   291   292   293   294   295