Page 289 - Bibliospiritual Menemukan Makna Dalam Kata Terbaca
P. 289
WANITA DI PINTU SYURGA
“Seketika wanita itu terbangun dari tidurnya. Ia beristigfar,
mengambil wudhu dan beranjak shalat malam. Malam itu ia
habiskan dalam penyesalan. Berurai air mata, menyesali
masa yang telah terlewat. Dan berjanji untuk
menutup auratnya.”
D
ikisahkan tersebutlah seorang wanita yang dikenal taat
dalam menunaikan ibadahnya. Bahkan ia seringkali
menambahnya dengan ibadah-badah Sunnah. Namun
sayang beribu sayang, ia berat untuk menutup auratnya.
Hijab seolah enggan mendekat pada tubuhnya, sama halnya
dengan dirinya yang acuh tak acuh pada jilbab.
Acapkali ketika ia disentuh, “Ukhti yang cantik, Ukhti
Insha Allah akan semakin cantik jika ia berhijab.” Namun
berulangkali pula ia hanya tersenyum simpul dan berkata,
“Insha Allah. Yang penting hatinya dulu yang berhijab.” Dan
nampaknya perkataan demi perkataan serupa, berulang
kali mengemuka. Tak hanya dari wanita dalam kisah ini,
namun telah menjadi suatu hal yang menggejala di pertiwi
ini. Meski beribu nasihat telah mengumandang.
Suatu malam dalam buaian pelukan mimpi, wanita ini
tengah berada di sebuah taman. Indah di pandang.
Perpaduan keelokan bunga-bunga di taman yang
bermekaran, dipadu padan hijau-hijau asri sang rumput.
276 | Bibliospiritual: Menemukan Makna dalam Kata Terbaca

