Page 284 - Bibliospiritual Menemukan Makna Dalam Kata Terbaca
P. 284
Sejurus kemudian, Khamshanah menuntun ayahnya
menjumpai Umar bin Khattab. Tsa’labah pun menceritakan
perbuatan keji yang dilakukannya kepada Umar. lalu ia
bertanya kepada Umar, “Wahai Umar, katakan kepadaku,
bagaimana aku bertaubat?” Jawaban Umar sungguh di luar
dugaannya. Umar jutsru mengusirnya dengan berkata,
“Pergilah engkau wahai pendosa. Cepat pergi dari
hadapanku. Menurutku, engkau tidak akan bisa bertobat
untuk selama-lamanya.”
Bergegaslah ia pergi dari hadapan Umar, lalu
menjumpai Abu Bakar. Namun, Abu Bakar pun
mengusirnya seperti yang dilakukan Umar. Begitu pun
ketika ia menjumpai Ali bin Abu Thalib. Ia pun diusir oleh
Ali. Saat keluar dari rumah Ali, ia berkata, “Wahai anakku,
semua orang telah mematahkan harapanku. Aku berharap
Rasulullah tidak memutuskan harapanku.”
Khamshanah lalu membawa ayahnya menuju
Rasulullah. Tatkala masuk rumah beliau dan beliau melihat
keadaan Tsa’labah, Rasulullah pun berkata, “Wahai
Tsa’labah, engkau telah mengingatkan aku tentang rantai
dan belenggu neraka jahannam.” Tsa’labah lalu
menceritakan perilaku keji yang telah dilakukannya kepada
Rasulullah. “Wahai Nabiyullah, sungguh aku telah
melakukan perbuatan keji dengan istri saudaraku sewaktu
ia berperang di jalan Allah bersamamu. Beri aku petunjuk,
bagaimana aku bertobat?” adunya. Sungguh, di luar harapan
Tsa’labah, Rasul pun mengusirnya. “Pergilah dari sisiku
wahai Tsa’labah. Menurutku, engkau tidak bisa bertobat
untuk selama-lamanya.”
Hancur sudah hati Tsa’labah. Hancur berkeping-
keping. Harapannya seperti sirna sudah. Menyerpih dalam
Bibliospiritual: Menemukan Makna dalam Kata Terbaca | 271

