Page 286 - Bibliospiritual Menemukan Makna Dalam Kata Terbaca
P. 286

Tsa’labah  berada.  Di  puncak  bukit,  keduanya  berjumpa
               dengan  penggembala  dari  Madinah.  Ali  pun  bertanya,
               “Apakah engkau melihat sahabat Rasulullah di bukit ini?”
                   Penggembala  itu  menjawab,  “Mungkin  kalian  sedang
               mencari  seseorang  yang  lari  karena  takut  kepada  neraka
               Jahannam.” Ali dan Salman pun mengangguk dan bertanya,
               “Benar, maka tunjukkanlah tempat di mana ia berada?”
                   Penggembala itu menjawab, “Tatkala malam tiba, maka
               ia akan datang ke lembah ini dan duduk di bawah pohon ini
               seraya berseru dengan suara yang lantang, ‘Betapa hinanya
               orang yang melakukan maksiat kepada Tuhan’.”
                   Ali  dan  Salman  kemudian  menunggu  hingga  malam
               tiba, dan benarlah Tsa’labah datang yang langsung duduk di
               bawah  pohon  dan  bersujud  dengan  isak  tangis  yang
               menyayat.  Saat  Salman  mendengar  tangisan  itu,  Salman
               perlahan  mendekatinya.  Dengan  tutur  lembut,  Salman
               berkata,  “Wahai  Tsa’labah,  bangkitlah.  Bangkilah  karena
               Allah telah mendengar tobatmu dan mengampuni dosamu.”

                   Dengan  mata  sebak  karena  tangis,  Tsa’labah
               mendongak  dan  berkata,  “Bagaimana  sikap  Rasulullah?”
               Salman  menjawab  dengan  mantap,  “Sebagaimana  yang
               Tuhan inginkan dan engkau inginkan.”
                   Bilal  bin  Rabah  mengumandangkan  iqamah  untuk
               shalat.  Ali  dan  Salman  membimbing  Tsa’labah  untuk
               memasuki masjid  untuk  shalat  berjamaah. Ali  dan  Salman
               menempatkan Tsa’labah di shaf yang terakhir. Dalam shalat
               itu,  Rasulullah Saw  membaca Alhakumut  Takaatsur.  Saat
               mendengar  ayat  itu,  Tsa’labah  menarik  nafasnya  dalam-
               dalam.  Dan  ketika  Rasulullah  membaca Hatta  zurtumul
               maqaabir,  Tsa’labah  lebih  dalam  lagi  menarik  nafasnya.
               Semakin  dalam.  Hingga  tiada  terasa  malaikat  maut

                            Bibliospiritual: Menemukan Makna dalam Kata Terbaca | 273
   281   282   283   284   285   286   287   288   289   290   291