Page 294 - Bibliospiritual Menemukan Makna Dalam Kata Terbaca
P. 294

berpunya.  Anakku  sering  kelaparan,  kurang  makan.  Saat
               anak-anak  kami  bangun,  apa  pun  yang  didapat,  mereka
               makan.  Oleh  karena  itu,  setelah  selesai  shalat,  kami
               bergegas  segera  pulang  sebelum  anak-anak  kami  tersebut
               terbangun  dari  tidurnya.  Kami  kumpulkan  kurma-kurma
               milik tetangga kami tersebut yang berceceran di rumah, lalu
               kami  haturkan  kepada  pemiliknya.  Satu  saat,  kami  agak
               terlambat pulang. Ada anakku yang sudah terlanjur makan
               kurma hasil temuan. Mata kepala saya sendiri menyaksikan,
               tampak  ia  sedang  mengunyah  kurma  basah  di  dalam
               mulutnya.  Ia  habis  memungut  kurma  yang  telah  jatuh  di
               rumah kami semalam.” Mengetahui itu, lalu jari-jari tangan
               kami  masukkan ke  mulut anakku itu.  Kami keluarkan apa
               pun  yang  ada  di  sana.  Kami  katakan,  ‘Nak,  janganlah  kau
               permalukan ayahmu ini di akhirat kelak.’ Anakku menangis,
               kedua  pasang  kelopak  matanya  mengalirkan  air  karena
               sangat kelaparan.

                   Wahai  Baginda  Nabi,  kami  katakan  kembali  kepada
               anakku itu, ‘Hingga nyawamu lepas pun, aku tidak akan rela
               meninggalkan  harta  haram  dalam  perutmu.  Seluruh  isi
               perut  yang  haram  itu,  akan  aku  keluarkan  dan  akan  aku
               kembalikan  bersama  kurma-kurma  yang  lain  kepada
               pemiliknya yang berhak’.”

                   Pandangan  mata  Rasulullah  shallallahu  alaihi  wa
               sallam sontak berkaca-kaca, lalu butiran air mata mulianya
               berderai  begitu  deras.  Baginda  Rasulullah  Muhammad
               shallahu  alaihi  wa  sallam  mencoba  mencari  tahu  siapa
               sebenarnya  pemilik  pohon  kurma  yang  dimaksud  Abu
               Dujanah  dalam  kisah  yang  ia  sampaikan  di  atas.  Abu
               Dujanah pun kemudian menjelaskan, pohon kurma tersebut
               adalah  milik  seorang  laki-laki  munafik.  Tanpa  basa-basi,
               Baginda Nabi mengundang pemilik pohon kurma. Rasul lalu

                            Bibliospiritual: Menemukan Makna dalam Kata Terbaca | 281
   289   290   291   292   293   294   295   296   297   298   299