Page 298 - Bibliospiritual Menemukan Makna Dalam Kata Terbaca
P. 298
ketika itu merupakan salah satu barang mewah yang dijual
dengan cara door to door.
Ketika suara merdunya mulai sumbang karena
kelelahan, untuk menyuarakan tawaran terakhirnya
sebelum memutuskan untuk istirahat di suatu tempat, dia
mendengar suara nyaring. "Faraqna-faraqna. " Terdengar
suara itu seperti merespons tawaran Abu Bakar. Sehari-
hari, Abu Bakar memang dikenal dengan nama "Faraqna"
oleh orang-orang di tempat dia berjualan. Karena suara itu
datangnya dari gang kecil, dia mempercepat langkahnya
sambil tergopoh-gopoh menggendong tas berisi kain
faraqna. Setelah beberapa langkah, tibalah dia di tempat
sumber suara. "Silakan masuk dan tunggu di dalam," kata
pemilik sumber suara tadi.
Abu Bakar sebagai penjual sudah terbiasa merespons
semua panggilan, baik yang datangnya dari panggilan laki-
laki maupun perempuan. Untuk itu, dia tidak kaget meski
ternyata suara yang dia dengar kali ini adalah suara tunggal
dari seorang perempuan. "Terima kasih," jawabnya. Karena
si pemilik rumah lama keluar, akhirnya Abu Bakar
mendekatkan badannya ke bibir pintu yang sudah terbuka
lebar. Hal itu dia lakukan agar hawa dingin yang ada di
dalam ruangan bisa mengurangi panas dan dahaga yang
sedang menguasai tubuhnya. Sembari mengipas- ngipas,
akhirnya pemilik rumah itu keluar.
Abu Bakar kaget ketika melihat pemilik suara itu
mengenakan pakai yang transparan, bagian ujung
pakaiannya tersingkap-singkap dengan cara jalannya.
Dengan suara menggoda, wanita itu bertanya sambil
membolak-balik dagangan Abu Bakar. Akan tetapi, matanya
terus menatap wajah Abu Bakar dengan mengumbar
Bibliospiritual: Menemukan Makna dalam Kata Terbaca | 285

