Page 295 - Bibliospiritual Menemukan Makna Dalam Kata Terbaca
P. 295
mengatakan, “Bisakah tidak jika aku minta kamu menjual
pohon kurma yang kamu miliki itu? Aku akan membelinya
dengan sepuluh kali lipat dari pohon kurma itu sendiri.
Pohonnya terbuat dari batu zamrud berwarna biru.
Disirami dengan emas merah, tangkainya dari mutiara
putih. Di situ tersedia bidadari yang cantik jelita sesuai
dengan hitungan buah kurma yang ada.” Begitu tawar
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam.
Pria yang dikenal sebagai orang munafik ini lantas
menjawab dengan tegas, “Saya tak pernah berdagang
dengan memakai sistem jatuh tempo. Saya tidak mau
menjual apa pun kecuali dengan uang kontan dan tidak
pakai janji kapan-kapan.”
Tiba-tiba Abu Bakar as-Shiddiq radliyallahu 'anh
datang. Lantas berkata, “Ya sudah, aku beli dengan sepuluh
kali lipat dari tumbuhan kurma milik Pak Fulan yang
varietasnya tidak ada di kota ini (lebih bagus jenisnya).” Si
munafik berkata kegirangan, “Oke, ya sudah, aku jual.” Abu
Bakar menyahut, “Bagus, aku beli.” Setelah sepakat, Abu
Bakar menyerahkan pohon kurma kepada Abu Dujanah
seketika.
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam kemudian
bersabda, “Hai Abu Bakar, aku yang menanggung gantinya
untukmu.” Mendengar sabda Nabi ini, Abu Bakar
bergembira bukan main. Begitu pula Abu Dujanah.
Sedangkan si munafik berlalu. Ia berjalan mendatangi
istrinya. Lalu mengisahkan kisah yang baru saja terjadi.
“Aku telah mendapat untung banyak hari ini. Aku dapat
sepuluh pohon kurma yang lebih bagus. Padahal kurma
yang aku jual itu masih tetap berada di pekarangan
rumahku. Aku tetap yang akan memakannya lebih dahulu
282 | Bibliospiritual: Menemukan Makna dalam Kata Terbaca

