Page 303 - Gemilang Peradaban Islam
P. 303

daging dalam dada sebelah kiri itu sebagaimana disebutkan
            namun  ia  adalah  percikan  rohaniah  keTuhanan  (Latifah
            Rabaniyah)  yang  merupakan  kebenaran  hakiki  manusia.
            Menurut  Al-Ghazali,  (hati)  ibarat  cermin  yang  mampu
            menangkap  marifat  keTuhanan.  Kemampuan  hati  tersebut
            tergantung  kepada  bersih  dan  beningnya  hati  itu  sendiri.
            Apabila ia dalam keadaan kotor atau penuh debu dosa maka
            ia tak akan menangkap marifat itu.
                 Metode  pencapaian  yang  digunakan  adalah  metode
            kasyif.  Dengan  kasyif  yaitu  terbukanya  dinding  yang
            memisahkan antara hati dengan Tuhan karena begitu bersih
            dan beningnya hati tersebut, maka terjadi musyahadah yang
            hakiki.  Ibarat  seseorang  bukan  hanya  mendengar  cerita
            tentang sebuah rumah tetapi ia sudah berada dalam rumah
            itu menyaksikan dan merasakannya.
                 Seorang  sufi  yang  sudah  dalam  maqam  demikian,  ia
            tidak memandang selain Allah dan tidak tahu selain dia. Yang
            disaksikannya dalam wujud dan hanyalah dia dan ciptaan-
            ciptaannya.    Dalam  keadaan  demikian  seorang  sufi
            mengesakan Allah dengan sebenarnya dan ia tidak melihat
            kecuali dia. Dengan kata lain, sufi dengan keadaan demikian
            sudah memulai dalam keadaan fana dalam tauhid.
                 Membicarakan masalah fana maka menurut Al-Ghazali,
            pembicaraan  itu  telah  memasuki  ilmu  mukasyafah.  Ilmu
            yang tertinggi ini tidak layak untuk dibicarakan dan ditulis
            karena  dapat  membawa  salah  faham  atau  karena
            ketidakmampuan  dalam  memahaminya.  Tetapi  yang  jelas
            menurut Al-Ghazali keadaan fana dalam tauhid bukan dalam
            bentuk  ittihad  atau  hulul.  Menurut  Al-Ghazali  ilmu
            mukasyafah  hanya  menggunakan  simbol  atau  isyarat  dan
            semuanya  itu  hanya  dapat  dipahami  dengan  baik  bagi


            294 | Asep Solikin
   298   299   300   301   302   303   304   305   306   307   308