Page 301 - Gemilang Peradaban Islam
P. 301

merupakan salah satu hujjah yang menjadi tegaknya Islam
            sepanjang masa.
                 Dalam pandangan Al-Ghazali ilmu tasawuf mengandung
            dua bagian penting, pertama mengandung bahasan hal-hal
            yang  menyangkut  ilmu  mu’amalah  dan  bagian  kedua
            mengandung  bahasan  hal-hal  yang  menyangkut  ilmu
            mukhasafah.  Ilmu  tasawuf  yang  mengandung  dua  bagian
            ilmu  ini  secara  jelas  di  uraikan  dalam  karyanya  Ihya
            ‘Ulumiddin.  Dalam  kitab  ini,  Al-Ghazali  menyusun  menjadi
            empat bab utama dan masing masing bab utama di bagi lagi
            ke dalam sepuluh pasal. Keempat bab utama itu adalah bab
            utama pertama tentang ibadah (Rubu’ al ibadah)., bab utama
            ke  dua  adalah  berkenaan  dengan  adat-  istiadat  (rubu  al
            adat), bab utama ke tiga adalah berkenaan dengan hal-hal
            yang  mencelakan  (rubu’al  muhlikat)  dan  bab  utama  ke
            empat  berkenaan  dengan  maqamat  dan  ahwal  (rubu  al
            munjiat).  Keempat  bab  utama  dalam  ihya  ‘ulumuddin
            tersebut amat penting bagi mereka yang memasuki tasawuf.
            Dalam bab utama pertama akan diketahui kepentingan ilmu,
            dasar-dasar akidah yang amat diperlukan dan mengetahui
            berbagai  ibadah,  keutamaan  dan  rahasianya  yang
            dikandungnya hingga dapat dilaksanakan dengan seksama
            dan menjaganya dengan intensif. Dalam bab utama ke dua
            akan  diketahui  berbagai  aturan  yang  perlu  ditegakkan
            rahasia-rahasia  kehidupan  dan  kebiasaan  yang  perlu  dan
            mana-mana yang tidak perlu atau ditinggalkan. Dalam bab
            utama  yang  ketiga  akan  diketahui  hal-hal  yang
            mencelakakan  baik  yang  timbul  dalam  diri  manusia,
            pergaulan,  dan  dunia  yang  menjadi  penghambat  jalannya
            seorang menuju kepada Tuhan dengan itu terdorong untuk
            menggantinya dengan sifat-sifat, pemikiran dan perbuatan
            yang terpuji. Dan apa yang terpuji itu dapat kita temui dalam


            292 | Asep Solikin
   296   297   298   299   300   301   302   303   304   305   306