Page 302 - Gemilang Peradaban Islam
P. 302

bab keempat. Dalam bab keempat diuraikan oleh Al-Ghazali
               berupa  maqomat  dan  ahwal  yang  perlu  ditempuh  oleh
               seorang salik. Ia mengemukakan maqomat dan ahwal yang
               perlu ditempuh oleh salik itu adalah taubat, sabar, syukur,
               raja, khauf, zuhud, tawakal, mahabah, unsu, isyq dan ridha.
                   Menurut Al-Ghazali, antara maqom dan hal tidak begitu
               berbeda dan hanya dikenali dengan perasan bathin masing-
               masing.  Apabila  ia  telah  mantap  maka  ia  berada  dalam
               maqom dan apabila belum mantap maka ia berada dalam hal.
               Dalam  uraian-uraian  Al-Ghazali,  kita  mengetahui  bahwa
               setiap maqam dan hal selalu mengandung 3 unsur penting
               yaitu menyangkut ilmu, rasa dan amal dari masing-masing.
               Uraian demikian jelas diperlukan karena dengan maqamat
               dan ahwal itu akan mengantarkan orang pada marifah dan
               seterusnya pada mukasyafah.
                   Menurut  Al-Ghazali  pelajaran  tasawuf  itu  pada
               hakikatnya adalah pembersihan diri dan pembeningan hati
               terus menesrus hingga mampu mencapai musyahadah. Oleh
               karena  itu,  Al-Ghazali  menekan  betapa  pentingnya  latihan
               jiwa, penempaan moral atau akhlak yang terpuji baik di sisi
               manusia maupun di sisi Tuhan.

                   Keistimewaan Al-Ghazali yang lain adalah uraian yang
               berhubungan dengan marifat sebagai jalan mengenal Allah
               yang  jelas  ciri-ciri  dan  batas-batasnya.  Secara  jelas  Al-
               Ghazali  menguraikan  marifat  sufi  dari  segi  cara-cara
               pencapainnya, metode yang dipergunakan, obyek dan tujuan
               secara jelas dan gamblang. Oleh karen itu, teorinya tentang
               marifah  bisa  dipandang  sebagai  teori  yang  lengkap  dan
               sempurna di banding dengan teori sufi sebelumnya.
                   Sarana  marifat  menurut  Al-Ghazali  bukan  akal,  indra
               atau rasa tetapi (Al-Qolbu). Hati bukan dalam arti segumpal

                                             Gemilang Peradaban Islam | 293
   297   298   299   300   301   302   303   304   305   306   307