Page 53 - Teknik Creative Problem Solving
P. 53

Dina Fariza Tryani Syarif,  M. Fatchurahman, Karyanti


                           yang tersisa termasuk keterampilan pemecahan masalah aktual yang
                           diperlukan untuk mendefinisikan dan menyelesaikan masalah secara
                           efektif.
                                Chant et al (2009)  Implementasi model CPS terdiri dari tiga
                           tahap  berbeda,  masing-masing  dikhususkan  untuk  sebuah  tujuan
                           khusus. Proses melibatkan seorang konselor sebagai fasilitator yang
                           memandu  interaksi,  narasumber  atau  tim  untuk  membantu
                           menghasilkan  ide  dan  memberikan  tindak  lanjut  bantuan  untuk
                           mengambil tindakan, dan peserta. Sesi pertama, berjudul " Exploring
                           the Challenge‖ (Menjelajahi Tantangan), mengeksplorasi informasi
                           faktual  yang  relevan  berkaitan  dengan  tujuan  tersebut,  dan
                           diidentifikasi  pernyataan  masalah  atau  pertanyaan  yang  bisa
                           diterapkan  terkait  dengan  tujuan  (mis. ―Dengan  cara apa mungkin
                           saya mengintegrasikan seni ke Amerika saya unit sejarah? ").
                                Sesi kedua, ―Ide Generation‖ (Menghasilkan Ide) sepenuhnya
                           dikhususkan untuk menyarankan kemungkinan ide untuk membahas
                           pernyataan masalah. Ide-ide dihasilkan melalui brainstorming. Sesi
                           terakhir,  "Taking  Action,"  (Bertindak)  mengevaluasi  ide  yang
                           dihasilkan terhadap kriteria tertentu, dan memuncak dengan sebuah
                           rencana  aksi  pragmatis,  lengkap  dengan  garis  waktu,  untuk
                           mengimplementasikan ide final yang dipilih.
                                Konselor  dapat  melakukan  ketiga  sesi  sekitar  60  hingga  90
                           menit panjangnya. Setiap sesi tidak lebih dari dua minggu dari yang
                           terakhir. Bahan yang digunakan termasuk rancangan dengan kertas
                           grafik  dan  spidol  berwarna  untuk  rekaman  visual  dari  pemikiran,
                           ide, seleksi kriteria, dan langkah-langkah untuk bertindak. Konselor
                           dapat  menggunakan  ruang  kelas  atau  ruang  konseling  untuk  sesi
                           CPS. Dalam setiap fase, konselor diminta untuk menggunakan dua
                           mode pemikiran yang berbeda: divergen dan konvergen. Dewulf &
                           Baillie (Chant et al, 2009) Kedua mode berpikir ini dikaitkan dengan




                           46
   48   49   50   51   52   53   54   55   56   57   58