Page 55 - Teknik Creative Problem Solving
P. 55
Dina Fariza Tryani Syarif, M. Fatchurahman, Karyanti
menghabiskan hamper satu jam menggunakan strategi berpikir
yang berbeda untuk bertukar pikiran berbagai jawaban untuk
menjawab pertanyaan itu. Pada tahap ini dapat menggunakan
lukisan sebagai sebuah mural komunitas untuk menerbitkan
jurnal yang diproduksi oleh konseli dari pengalaman. Yang
penting, tahap proses ini adalah berpusat pada menghasilkan
setiap dan semua ide untuk menyelesaikan masalah. Selama
tahap ini baik konselor maupun konseli segera menilai atau
mengkritik ide-ide tersebut. Bahkan, curah pendapat sering
kali mengarahkan untuk memperindah ide orang lain,
memungkinkan konseli untuk menghasilkan pemikiran yang
kemungkinan besar untuk kolaborasi. Setelah yakin bahwa
konseli kehabisan solusi yang memungkinkan, konseli
difasilitasi oleh konselor untuk memilih beberapa ide yang
sangat disukai konseli dan bisa implementasikan di tahap
ketiga
3. Taking Action (Bertindak)
a. Solution Finding (Menemukan Solusi)
b. Acceptance Finding (Menerima Solusi)
Kesimpulan
Creative Problem Solving menonjol sebagai salah satu dari
model proses kreatif yang telah secara efektif mengintegrasikan
teori, penelitian dan praktik. Kombinasi memberi Creative Problem
Solving sejarah yang kaya dan pondasi yang kuat untuk
berkembang. Satu thread abadi yang telah melintasi proses Creative
Problem Solving di masa lalu dan masa kini, dan kemungkinan besar
akan berlanjut ke masa depan, adalah prinsip yang mendasar
dipegang oleh Osborn (1963) - untuk memisahkan pemikiran
48