Page 59 - Teknik Creative Problem Solving
P. 59

Dina Fariza Tryani Syarif,  M. Fatchurahman, Karyanti


                                Creative  Problem  Solving  merupakan  teknik  pemecahan
                           masalah  dengan  menggunakan  kreativitas.  Perlu  dipahami  bahwa
                           masalah  memiliki  solusi  yang  unik,  dan  untuk  memberi  konseli
                           sebuah  apresiasi  ilmu  nyata,  masalah  yang  bersifat  terbuka  telah
                           dikembangkan,  yang  mendorong  kecerdikan,  dan  kontribusi
                           istimewa  dari  konseli  yang  terlibat  untuk  solusi  masalah  yang
                           dihadapi. Dalam hal ini, seringkali tidak ada jawaban  yang benar,
                           hanya jawaban 'terbaik', dan mungkin ada berbagai metode terbaik
                           yang ditemukan oleh konseli.
                                Kemampuan memecahkan masalah sosial yang dinilai sendiri
                           berkaitan dengan cara individu memahami dan mengatasi masalah
                           yang  dihadapi  dalam  kehidupan  sehari-hari.  Berbagai  pendekatan
                           terhadap  kreativitas  telah  muncul  sejak  lebih  dari  satu  abad
                           penelitian tentang kreativitas. Four P of Creativity, disarankan oleh
                           Rhodes (Santanen, et al, 2004) sangat berguna untuk mengatur dan
                           mengkarakterisasi perspektif yang diambil dalam literatur kreativitas
                           yang  ada.  Rhodes  mencatat  bahwa  berbagai  penulis  telah
                           membingkai kreativitas sebagai atribut dari:
                               Product  (Produk)  —  beberapa  ide,  solusi,  dan  desain  lebih
                                kreatif daripada yang lain;
                               Person (Orang) — beberapa orang lebih kreatif daripada yang
                                lain;
                               Pers  —  beberapa  lingkungan  fisik  dan  sosial  menghasilkan
                                lebih banyak kreativitas daripada lainnya;
                               Proses — beberapa teknik berpikir menghasilkan lebih banyak
                                kreativitas daripada yang lain.

                                Seorang  konselor  dapat  mengisi  formulir  Evaluasi  Dampak
                           CPS sebelumnya dan setelah menggunakan CPS dan variasinya di
                           ruang  kelas  atau  dalam  pelaksanaan  konseling  di  ruang  BK.




                           52
   54   55   56   57   58   59   60   61   62   63   64