Page 311 - Menelisik Pemikiran Islam
P. 311

mereka  adalah  imperialisme  Eropa.  Kerajaan  Ottoman
            dalam tahun 1875-1878, telah kemasukan kekuatan militer
            Eropa.  Tahun  1881,  Tunisia  diduduki  Perancis  dan  tahun
            1882, Mesir pun jatuh ke tangan Inggris. Dan pada  tahun-
            tahun ini pula, semua dunia Islam berada dalam genggaman
            kolonialisme  Eropa,  termasuk  Indonesia.  Sehingga,  secara
            politis  keadaan  sudah  berubah.  Maka  melihat  fenomena
            Barat-Modern  tanpa  kritisisme  pun  menjadi  naif.  Melalui
            mereka,  muncullah  gagasan  pan-Islamisme  yang  mau
            melawan  kolonialisme  Barat.  Dalam  diri  mereka,  sudah
            timbul  suatu  kesadaran  bahwa  Barat  yang  modern  itu
            ternyata   juga   mempunyai    sisi   destruktif,   yakni
            imperialisme yang menghancurkan kebudayaan Islam baik
            secara sosial-budaya maupun politis. Timbullah kesadaran
            bahwa  yang  modern  bukan  hanya  Barat,  tetapi  bisa  juga
            Islam. Karena itu pemikiran dan gerakan modernisme awal
            ini, nantinya mendorong munculnya gerakan-gerakan neo-
            revivalisme, yang terutama dipimpin oleh Hassan al-Banna,
            Sayyid  Qutb,  dan  Abu  'Al  al-Mawdudi,  yang  nanti  akan
            "dicap" sebagai akar fundamentalisme Islam kontemporer.

                 Pada  masa-masa  ini,  gagasan  romantisme  kejayaan
            Islam muncul sebagai motivasi melawan penjajahan. Inilah
            dorongan  paling  besar  yang  merefleksikan  kembali  arti
            peradaban  Islam  di  dunia  modern,  di  tengah-tengah
            hegemoni  Barat  waktu  itu.  Dorongan  ini  terus  menjadi
            momentum pemikiran Islam paska kolonialisme. Dari sini,
            mulailah  dilakukan  refleksi  atas  munculnya  peradaban
            Barat, dan hegemoninya atas dunia Islam. Nantinya, sebagai
            "puncak" pemikiran modernis ini, sangat relevan memberi
            perhatian atas kajian-kajian ekonomi-politik atas apa yang
            menjadi  pendorong  imperialisme  Barat  terhadap  dunia
            Islam. Pemikir-pemikir Muslim kontemporer seperti Hasan


            304 | Asep Solikin
   306   307   308   309   310   311   312   313   314   315   316