Page 307 - Menelisik Pemikiran Islam
P. 307

Fokus  dari  tradisi  yang  terabaikan  ini,  memang
            terkenal sangat kontroversial. Karena membahas mengenai
            gagasan-gagasan Islam yang paling liberal dalam pemikiran
            Dunia  Islam  dewasa  ini.  Apalagi  sering  dikonotasikan
            dengan  Barat,  sekular  dan  dipengaruhi  cara  pandang
            orientalisme.  Sebenarnya  tradisi--yang  disebut  sebagai
            Islam Liberal--ini sangat menggugah, karena mentradisikan
            pemikiran  Islam  yang  terbuka,  inklusif  dan  menerima
            usaha-usaha ijtihad kontekstual. Charles Kurzman, di dalam
            bukunya  Liberal  Islam,  A  Sourcebook,  menyebut  enam
            gagasan  yang  dapat  dipakai  sebagai  tolok  ukur  sebuah
            pemikiran Islam dapat disebut "Liberal" yaitu: (1). melawan
            teokrasi,  yaitu  ide-ide  yang  hendak  mendirikan  negara
            Islam;  (2).  mendukung  gagasan  demokrasi;  (3).  membela
            hak-hak perempuan; (4) membela hak-hak non-Muslim; (5)
            membela  kebebasan  berpikir;  (6)  membela  gagasan
            kemajuan. Siapapun saja, menurut Kurzman, yang membela
            salah  satu  dari  enam  gagasan  di  atas,  maka  ia  adalah
            seorang Islam Liberal.
                 Sebenarnya,  latar  belakang  pemikiran  liberal  Islam
            mempunyai akar yang jauh sampai di masa keemasan Islam
            (the  golden  age  of  Islam).  Teologi  rasional  Islam  yang
            dikembangkan  oleh  Mu'tazilah  dan  para  filsuf,  seperti  al-
            Kindi, al-Farabi, Ibn Sina, Ibn Rusyd dan sebagainya, selalu
            dianggap  telah  mampu  menjadi  perintis  perkembangan
            kebudayaan  modern  dewasa  ini.  Sebut  saja  sosok  seperti
            Ibn  Sina  dan  Ibn-Rusyd,  yang  dikenal  bukan  saja  sebagai
            filsuf besar, tetapi juga dokter yang meninggalkan warisan
            khazanah  keilmuan  yang  luar  biasa,  yakni  al-Qanun  fi  al-
            Thibb (The Canon) dan al-Kulliyat, yang masih dipelajari di
            Eropa sebagai ensiklopedi sampai abad ke-17.



            300 | Asep Solikin
   302   303   304   305   306   307   308   309   310   311   312