Page 305 - Menelisik Pemikiran Islam
P. 305
lainnya." [Al Imam Ali, Nahjul Balaghah, hal. 147-148,
cet. Dar Sya'b, Kairo]
Saat ditanya pendapatnya tentang nasib orang-orang
yang terbunuh dari dua kelompok itu nantinya di akhirat,
Ali menjawab:
"Aku berharap semoga tidak ada orang yang terbunuh
yang hatinya bersih, baik dari kita maupun dari mereka,
kecuali Allah SWT masukkan dia ke dalam surga." [Al
Baqillani, At Tamhid, hal. 237]
Demikianlah, kesatuan agama dan negara dapat
menaungi dan mentolerir pluralitas, sekalipun pada saat
unsur-unsur pluralitas itu terlibat dalam peperangan
bersenjata di antara mereka.
F. Wacana Islam Liberal
Ungkapan "Islam Liberal" mungkin terdengar
kontradiksi dalam peristilahan (contradiction in terms).
Selama berabad-abad, Barat mengidentifikasikan Islam
dengan unsur-unsurnya yang eksotik. Kepercayaan Islam
disamakan dengan fanatisme, sebagaimana diungkapkan
Voltaire dalam tulisannya, "Mahomet, or Fanatism". Islam
juga disamakan dengan kezaliman, seperti diungkapkan
Mountesqieu sebagai "Kezaliman Timur", atau definisi yang
diberikan Francis Bacon "Sebuah kerajaan yang sama sekali
tidak memiliki nilai-nilai sopan-santun (keadaban), sebuah
tirani absolut dan murni; sebagaimana terjadi di Turki."
Tema-tema di atas berlanjut hingga hari ini,
sebagaimana persepsi Barat tentang Islam yang
diidentifikasikan sebagai imaginasi-imaginasi terorisme,
dan gambaran teokrasi yang menakutkan. Revolusi Iran
pada tahun 1979 dan kebangkitan radikalisme Islam dari
298 | Asep Solikin

