Page 302 - Menelisik Pemikiran Islam
P. 302

penuh kearifan akan keterbelakangan kaum Muslim sendiri
               akan  memunculkan  tenaga  luar  biasa  untuk  membuka
               belenggu  kebodohan  dan  kemiskinan  yang  begitu  kuat
               mencekam kehidupan mayoritas kaum Muslim dewasa ini.
               Dari   proses   itu   akan   muncul   kebutuhan   akan
               kosmopolitanisme  baru  yang  selanjutnya,  akan  bersama-
               sama  faham  dan  ideologi  lain-lain,  turut  membebaskan
               manusia  dari  ketidakadilan  struktur  sosial-ekonomis  dan
               kebiadaban rejim-rejim politik yang dhalim. Hanya dengan
               menampilkan  universalisme  baru  dalam  ajarannya  dan
               kosmopolitanisme   baru   dalam    sikap   hidup   para
               pemeluknya,  Islam  akan  mampu  memberikan  perangkat
               sumberdaya manusia yang diperlukan oleh si miskin untuk
               memperbaiki  nasib  sendiri  secara  berarti  dan  mendasar,
               melalui  penciptaan  etika  sosial  baru  yang  penuh  dengan
               semangat  solidaritas  sosial  dan  jiwa  transformatif  yang
               prihatin dengan nasib orang kecil.

               E.  Islam dan Pluralitas: Perbedaan dan Kemajemukan
                   dalam Bingkai Persatuan

                   Lebih  jauh  lagi,  "kesatuan  umat  Islam"  masih  dapat
               merangkum  dan  mentolerir  beberapa  bentuk  pergulatan
               politik  sampai  pada  bentrokan  bersenjata,  karena  orang-
               orang  yang  bertikai  itu  masih  tetap  menjaga  loyalitas
               mereka kepada "negara yang satu". Mereka tetap menjaga
               kesatuan politik dan tetap loyal kepada "agama yang satu",
               sehingga  mereka  masih  tetap  menjaga  faktor  kesatuan
               agama.  Peperangan  mereka  adalah  semata  karena  "takwil
               (perbedaan memahami teks agama), bukan karena "tanzil"
               (teks  agama  yang  berbeda  yang  diimani),  dan  mereka,
               meskipun  melakukan  peperangan,  berada  dalam  loyalitas
               kepada kesatuan negara dan kesatuan agama.


                                             Menelisik Pemikiran Islam | 295
   297   298   299   300   301   302   303   304   305   306   307