Page 303 - Menelisik Pemikiran Islam
P. 303

Pertikaian  yang  terjadi  dalam  peristiwa  yang  terkenal
            dengan  "fitnah  al  kubra"  pada  zaman  khulafa  rasyidin
            berada  dalam  kerangka  ini.  Masing-masing  pihak  yang
            bertikai  dan  terlibat  dalam  peristiwa  itu  masih  berada
            dalam  naungan  kesatuan  umat.  Dan  peperangan  yang
            terjadi  di  antara  mereka  tidak  membuat  salah  satu  pihak
            keluar dari umat, agama, atau negara.

                 Dalam  kejadian  Perang  Shiffin  (37H/657M),  yang
            merupakan  puncak  fitnah  itu,  Imam  Ali  bin  Abi  Thalib
            berbicara  tentang  kesatuan  agama  yang  menyatukan
            seluruh  pihak  yang  bertikai  dalam  peperangan  itu.
            Demikian  juga  kesatuan  negara  masih  menaungi  mereka.
            Ali bin Abi Thalib berkata:

                 "Kita  berdiri  berhadap-hadapan  (dalam  perang),
                 sedangkan Tuhan kita satu, Nabi kita satu, dakwah kita
                 dalam  Islam  satu,  kami  tidak  menganggap  keimanan
                 kami  kepada  Allah  SWT  dan  pembenaran  kepada
                 Rasulullah Saw lebih dari kalian, dan kalian pun  tidak
                 mengganggap  diri  kalian  lebih  dari  kami.  Semuanya
                 satu,  kecuali  satu  hal  yang  menjadi  perselisihan  di
                 antara  kita,  yaitu  tentang  sikap  atas  darah  Utsman.
                 Sedangkan,  kita  semua  dalam  masalah  itu  (darah
                 Utsman, penj.) tidak mempunyai kesalahan." [Ibnu Abil
                 Hadid, Syarh Nahjil Balaghah,  juz  17, hal.  141,  tahqiq:
                 Muhammad Abul Fadhl Ibrahim, cet. Kairo, tahun 1959
                 M]
                 Agama mereka satu dan menaungi semuanya. Mereka
            berada  dalam  kesatuan  yang  melingkupi  semuanya,
            sementara  perselisihan  dan  pertikaian  itu  hanya  pada
            masalah sikap atas "darah" Utsman r.a. saja.




            296 | Asep Solikin
   298   299   300   301   302   303   304   305   306   307   308