Page 306 - Menelisik Pemikiran Islam
P. 306
Afrika Barat hingga Asia Tenggara menambah kesan adanya
perang dingin yang terlihat. Juga dalam dunia akademik,
umat Islam dianggap mencurahkan perhatian kepada
pemahaman keagamaan yang radikal. Hal itu terlihat pada
karya-karya akademik dengan judul yang meresahkan,
seperti; Islam Radikal (Radical Islam), Islam Militan
(Militant Islam), dan Jihad (Sacred Rage).
Memang sebagian Muslim sepakat dengan para
orientalis Barat bahwa Islam belum diberi kesempatan
untuk berubah. Itulah yang menyebabkan umat Islam
dihadapkan pada sebuah tantangan untuk memberikan
tafsir kontekstual terhadap berbagai persoalan. Namun,
wacana tafsir kontekstual itu masih menjadi perdebatan
yang seru dikalangan umat Islam. Seorang Muslim Pakistan,
misalnya, pernah menulis: "Orang yang berpikir tentang
reformasi atau modernisasi Islam adalah salah jalan, dan
usaha mereka yang berpikir tentang reformasi atau
modernisasi Islam itu pasti akan gagal ... Mengapa Islam
harus dimodernkan? Bukankah kemodernan Islam telah
selesai, murni sempurna, universal, serta berlaku setiap
waktu?"
Dalam kajian historis, di kalangan umat Islam memang
terdapat pemahaman-pemahaman yang beraneka ragam. Di
antara variasi pemahaman itu adalah adanya sebuah tradisi
yang disuarakan dengan konsisten sehingga paralel dengan
liberalisme di dunia Barat. Para penerjemah tradisi ini
mengekspresikan kejengkelannya, karena posisi mereka
pada umumnya "masih diacuhkan" oleh para sarjana dan
media massa Barat yang lebih tertarik pada
sensasionalisme wacana kaum ekstrimis-fundamentalis.
Menelisik Pemikiran Islam | 299

