Page 309 - Menelisik Pemikiran Islam
P. 309

,  percaya  sepenuhnya  kepada  pemikiran  politik  Ibn
            Taymiyah,  terutama  tentang  pentingnya  kesejahteraan
            umum (common goods) dan hukum ilahiyah demi menjaga
            kestabilan  dan  kesejahteraan  negara,  yang  kemudian
            diperluasnya  dengan  teori  tentang  "solidaritas  alamiah"
            (ashabiyah)  dan  etika  kekuasaan.  Sejak  Ibn  Khaldun  ini,
            pemikiran  Islam  mengenai  sosiologi  politik  mendapatkan
            tempat  dalam  keseluruhan  refleksi  Islam  dan  perubahan
            sosial.  Oleh  karena  itu,  penafsiran  kembali  Islam  (ijtihad)
            menjadi  suatu  keharusan  mutlak  dalam  masa  perubahan
            politik.
                 Sebenarnya,   liberalisme   Islam    mendapatkan
            momentum  secara  politis  lebih  mendalam  pada  saat
            kesultanan  Ottoman  di  Turki,  yang  oleh  segelintir
            cendekiawan    di   Konstantinopel   dirasakan   sebagai
            ketinggalan  zaman,  terlalu  kaku,  dan  terlalu  religius.
            Diantara  tokoh-tokoh  cendekiawan  itu  adalah  Sinasi,  Ziya
            Pasha  dan  Namik  Kemal.  Di  Mesir,  juga  ada  tokoh-tokoh
            sekaliber di Turki yang liberal, seperti Rifa' Badawi Rafi' al-
            Tahtawi  (1801-1873),  Khayr  al-Din  Pasha  (1810-18819),
            dan  Butrus  al-Bustam  (1819-1883).  Mereka  dihadapkan
            pada  pertanyaan-pertanyaan,  yang  ringkasnya  adalah:
            Bagaimana  masyarakat  yang  baik  itu?  Bagaimana  bisa
            mengetahui  bahwa  (masyarakat)  itu  baik  atau  ideal?
            Norma-norma  apa  yang  sebaiknya  membimbing  suatu
            pembaruan  sosial?  Dari  mana  norma-norma  itu  harus
            dicari?  Bolehkah  dari  Islam  ataukah  justru  dari  Barat?
            Lantas,  antara  Islam  dan  Barat,  apakah  tidak  ada
            pertentangan?

                 Menurut  mereka,  'ulama  harus  dilibatkan  dalam
            pemerintahan, tetapi untuk itu, 'ulama harus terlebih dulu
            diberikan pendidikan modern yang memadai, agar mereka

            302 | Asep Solikin
   304   305   306   307   308   309   310   311   312   313   314