Page 180 - Bimbingan Karir Paradigma, Dimensi, dan Problematika Perencanaan Karir
P. 180
karir yang ditawarkan, deskripsi tugas dalam berbagai bidang
pekerjaan, pengeruh perkembangan teknologi terhadap
bidang kerja tertentu, kontribusi yang dapat diberikan dalam
bidang pekerjaan tertentu pada masyarakat, dan tuntutan
kemampuan kerja dalam bidang-bidang pekerjaan tertentu
di masa depan, c). Peserta didik mampu mengidentifikasi
berbagai bidang pendidikan yag tersedia yang relevan
dengan berbagai bidang pekerjaan. Dengan demikian peserta
didik memperoleh dan dapat menerapkan pengetahuan dan
keterampilan (skill) yang dituntut oleh peran-peran kerja
tertentu, d) peserta didik mampu mengambil keputusan karir
bagi dirinya sendiri, merencanakan langkah-langkah konkrit
untuk mewujudkan perencanaan karir yang realistik bagi
dirinya. Perencanaan karir yang realistik akan meminimalkan
faktor dan dampak negatif dan memaksimalkan faktor
dan dampak positif dari proses pemilihan karir, e) mampu
menyesuaikan diri dalam mengimplementasikan pilihannya
dan berfungsi optimal dalam karir (studi dan kerja), Carney,
1987 dan Reihant, 1979 (dalam Fajar Santoadi, 2007).
Bimbingan Karir di sekolah diarahkan untuk membantu siswa
dalam perencanaan dan pengarahan kegiatan serta dalam
pengambilan keputusan yang membentuk pola karir tertentu
dan pola hidup yang ikan memberikan kepuasan bagi dirinya
dan lingkungannya.
Berdasarkan uraian yang telah dijelaskan mengenai
Bimbingan Karir, terdapat beberapa persamaan. Persamaan
tersebut antara lain: 1) bantuan layanan, 2) individu,
siswa, remaja, 3) masalah karir, pekerjaan, penyesuaian
diri, persiapan diri, pengenalan diri, pemahaman diri, dan
pengenalan dunia kerja, perencanaan masa depan, bentuk
kehidupan yang diambil oleh individu yang bersangkutan.
Setelah informasi terserap dengan baik diharapkan siswa
memiliki sikap dan pemahaman diri yang baik sehingga mampu
membuat perencanaan karir yang terarah. Perencanaan karir
yang terarah dapat dilakukan sendiri oleh siswa atau dengan
Paradigma, Dimensi, dan Problematika Perencanaan Karir 167

