Page 178 - Bimbingan Karir Paradigma, Dimensi, dan Problematika Perencanaan Karir
P. 178

Materi  bimbingan karier  yang  disebutkan di atas
              merupakan sekedar  panduan. Guru setempat dapat
              menggunakannya sebagai acuan yang tetap terbuka untuk
              disesuaikan  dengan  situasi kondisi  setempat. Sebaiknya
              contoh-contoh diambil dari lingkungan sekitar yang kongkrit
              dan mudah ditangkap oleh siswa. Materi  bimbingan karier
              sebenarnya dapat disusun sendiri asalkan mempertimbangkan
              fase-fase perkembangan karier seperti yang dirumuskan oleh
              Ginzberg dan Donald Super.

                  Konseling karir dapat dimanfaatkan oleh setiap siswa yang
              secara khusus mengalami hambatan dalam hal perencanaan
              dan pemilihan karir. Konseling karir  individual, lebih pada
              pertemuan  profesional daripada  pertemuan  yang  bersifat
              rekreatif. Dalam proses konseling tanggung jawab keputusan
              akhir tetap berada pada siswa/ klien (Gani, 1987). Sementara
              itu layanan bimbingan karir dengan format kelompok dapat
              dilakukan di dalam kelas dan diluar kelas.
                  Kegiatan yang dapat dilakukan di dalam kelas antara lain:
              mendatangkan  nara sumber, diskusi kelompok,  bimbingan
              kelompok, sosiodrama, atau kegiatan yang melibatkan peran
              serta banyak  kelas  seperti hari karir.  Guru pembimbing
              dapat  menggunakan  buku  paket  yang  telah  ada  pada  saat
              memberikan  materi mengenai  karir atau  menggali  lebih
              dalam  dari  sumber-sumber lain  sehingga wawasan siswa
              mengenai karir semakin luas. Kegiatan yang dilakukan diluar
              sekolah misalnya dengan mengadakan karya wisata atau
              mengunjungi Perguruan Tinggi yang ada. Dengan pemberian
              informasi, diskusi kelompok, seminar, talk show, tes bakat dan
              minat, mendatangkan narasumber yang berhasil dibidangnya
              dan  melalui  media cetak  seperti poster,  phamphlet,  brosur,
              siswa diarahkan untuk memiliki pengetahuan yang memadai
              sebagai  sebuah  proses  berfikir  yang  komprehensif.  Setelah
              informasi terserap  dengan  baik  diharapkan  siswa  memiliki
              sikap  dan pemahaman  diri  yang  baik  sehingga mampu
              membuat perencanaan karir yang terarah.

                         Paradigma, Dimensi, dan Problematika Perencanaan Karir  165
   173   174   175   176   177   178   179   180   181   182   183