Page 174 - Bimbingan Karir Paradigma, Dimensi, dan Problematika Perencanaan Karir
P. 174
d. Peserta didik mampu mengambil keputusan karir
bagi dirinya sendiri, merencanakan langkah-langkah
konkrit untuk mewujudkan perencanaan karir
yang realistik bagi dirinya. Perencanaan karir yang
realistik akan meminimalkan faktor dan dampak
negatif dan memaksimalkan faktor dan dampak
positif dari proses pemilihan karir, e) mampu
menyesuaikan diri dalam mengimplementasikan
pilihannya dan berfungsi optimal dalam karir (studi
dan kerja), Carney, 1987 dan Reihant, 1979 (dalam
Fajar Santoadi, 2007).
Bimbingan Karir di sekolah diarahkan untuk membantu
siswa dalam perencanaan dan pengarahan kegiatan serta
dalam pengambilan keputusan yang membentuk pola karir
tertentu dan pola hidup yang ikan memberikan kepuasan bagi
dirinya dan lingkungannya.
Berdasarkan uraian yang telah dijelaskan mengenai
Bimbingan Karir, terdapat beberapa persamaan. Persamaan
tersebut antara lain:
1. Bantuan layanan
2. Individu, siswa, remaja
3. Masalah karir, pekerjaan, penyesuaian diri, persiapan
diri, pengenalan diri, pemahaman diri, dan pengenalan
dunia kerja, perencanaan masa depan, bentuk kehidupan
yang diambil oleh individu yang bersangkutan.
Layanan Bimbingan Karir di sekolah dapat dibedakan
dalam dua bentuk yaitu secara individual dan secara
kelompok. Layanan individual dapat diberikan di dalam ruang
bimbingan/ ruang konseling melalui layanan konseling karir
individu.
Lebih jauh dijelaskan secara rinci, sebagai gambaran yang
harus dilakukan konselor adalah ada pada buku Pedoman
Paradigma, Dimensi, dan Problematika Perencanaan Karir 161

