Page 171 - Bimbingan Karir Paradigma, Dimensi, dan Problematika Perencanaan Karir
P. 171
2) Disiplin yang dimaksud adalah disiplin diri yaitu
kemampuan seseorang untuk mengontrol dan mengerjakan
sesuatu yang tidak datang secara alamiah; untuk menentukan
berbagai tindakan seseorang. Disiplin pada sebagain
masyarakat digambarkan sebagai control (control), tertib
(orderly) dan pengorbanan. Jika kepribadian anda secara
alamiah tertib, terorganisir bukan termasuk disiplin.
3) Withitness adalah mengetahui apa dan siapa yang
akan melakukan sesuatu setiap saat, maksudnya seseorang
yang mempunyai withitness berkemampuan untuk menyadari
keberadaan lingkungan dan pengaruhnya terhadap dirinya.
Ia juga biasa membaca lingkungan dan isyarat-isyarat
emosional, mengecek respon orang lain pada perilaku mereka,
mengetahui apa yang terjadi di dunia, menjaga ide-ide baru.
Mereka cukup yakin terhadap diri mereka sendiri, dapat
melihat dengan jelas kejadian di luar dirinya dan apa yang ada
di dalam hatinya.
Keberadaan inisiatif, kreaktifitas diri, pengambilan resiko,
bergerak kearah belajar dengan nyaman dan memeberikan
penguatan, namun penambahan disiplin akan menjadikan
percikan api meningkat dan menumbuhkan motivasi, dan
apabila tanpa kedalam berfikir munkin yang dilakukan dengan
inisiatif dan disiplin mungkin akan hilang dan menghambat
perkembangan karir seseorang.
3. Persepektif Psikologi Kerja
Richardson (1993) menekankan bahwa konselor dan
psikolog harus mengembangkan paradigma mengenai makna,
pemahaman dan peran orang dalam bekerja dalam kehidupan
dari persepektif psikologi. Psikologi kerja adalah salah satu
persepektif yang menciptakan kerangka konsep inklusif
yang meyakinkan bahwa kerja adalah komponen inti dalam
kehidupan dan mencoba untuk secara komprehenshif dengan
penuh pemahaman terhadap teori, hasil riset, dan praktik
yang terjalin dengan keadilan di masyarakat.
158 Bimbingan Karir

