Page 166 - Bimbingan Karir Paradigma, Dimensi, dan Problematika Perencanaan Karir
P. 166
dalam suasana dan arus pergaulan dengan sesama pelajar,
warga sekolah/kampus, warga masyarakat pada umumnya,
suasana dan arus pergaulan penuh dengan warna warni
aspek kehidupan dan perkembangan/perubahan masyarakat
bahkan arus globalisasi.
2. Perencanaan Karir
M. Surya 1984 dalam Suherman (2008) “Memandang
bahwa bimbingan karir sebenarnya merupakan salah satu
jenis bimbingan berdasarkan masalah yang dihadapi individu”.
Karena dianggap betapa esensialnya pelayanan tersebut di
masa pada masa sekarang maka pelaksanaannya di sekolah
mendapat penekanan tersendiri . Bimbingan karir dipandang
sebagai “Penampang“ bimbingan di sekolah maksudnya adalah
bimbingan karir merupakan suatu pelayanan bimbingan yang
ditonjolkan dan ditekankan pelaksanaannya. Hal ini dipertegas
lagi oleh Conny Semiawan (1990) “Memandang bimbingan
karir sebagai focus dari profesi bimbingan di sekolah”
Pada kesempatan lain M Surya (1988) mengungkapkan
tujuan utama bimbingan karir adalah membantu individu
memperoleh kompetensi yang diperlukan untuk memenuhi
perjalanan hidup secara optimal ke arah yang dipilihnya.
Untuk mencapai tujuan tersebut maka maka pada dasarnya
dual hal pokok materi bimbingan karir yang diberikan
konselor sekolah yaitu informasi karir dan ketrampilan karir.
Suherman (2008:37) menggambarkan Materi informasi karir
meliputi; pemahaman diri, nilai-nilai, lingkungan, pendidikan,
pekerjaan, perencanaan dan pembuatan keputusan serta
kehidupan beragama. Materi ketrampilan; ketrampilan-
ketrampilan dalam pemahaman dan pengembangan diri,
berhubungan dengan orang lain, perencanaan dan penilaian
pekerjaan, pembuatan keputusan , perencanaan masa depan.
Materi-materi di atas perlu dikembangkan dan dikemas
sesuai kebutuhan peserta didik dan lingkungannya, yang
mampu mengontrol prilaku efektif dirinya sehingga
Paradigma, Dimensi, dan Problematika Perencanaan Karir 153

