Page 169 - Bimbingan Karir Paradigma, Dimensi, dan Problematika Perencanaan Karir
P. 169

persaingan waktu  yg dimiliki (contoh, waktu  libur
                  untuk  keluarga harus  lembur), ketegangan satu
                  peran  menghalangi  melaksanakan  kemampuan
                  efektif peran lainnya (tidak mampu berkonsentrasi
                  pada pekerjaan khawatir anak sedang sakit), perilaku
                  persyaratan  dari tingkah laku  berdampak  pada
                  harapan perilaku peran yang lain.
               g.  Pekerjaan dapat  menghalangi  keluarga (bekerja
                  sering  terlambat  menyiapkan makan malam)  dan
                  keluarga menghalangi pekerjaan (pertemuan dengan
                  keluarga dapat merintangi kinerja ditempat kerja).
               h.  Penyesuaian kebijakan-kebijakan  organisasi terha-
                  dap karyawan
               i.  Peran-peran kontras (menonjol)
                Variabel-variabel  demografi  pemicu  konflik-konflik  ini
            menurur  Duxbury dan Higgins  (2005)  adalah; kekuatan
            partispasi pekerja wanita,  tingkat  perceraian  yang  tinggi,
            peran dari  orang tua  tunggal  dari  kebanyakan keluarga,
            tanggung  jawab suami istri  dan kepedulian terhadap anak
            serta orang tua, peran gender dalam konseptual tradisional.
            Varibel pekerjaan adalah; kreasi globalisasi dari peningkatan
            penggunaan  teknologi,  berbasis pengetahuan  ekonomi,
            deregulasi-deregulasi  dan pekerjaan-pekerjaan berat  dank
            keras.
                Tidak dapat  dipungkiri, pada  dasarnya  tiap  individu
            manusia  mempunyai keunikan.  Perbedaan-perbedaan  itu
            memungkinkan  munculnya  persoalan  atau  konflik  dalam
            hubungan antar pekerja dalam karir seseorang. Permasalahan
            nya, mengubah seseorang individu agar sesuai dengan orang
            lain tidaklah mudah. Meskipun hubungan sosial peserta didik
            di sekolah atau  dengan orang  tua  dalam  perencanaan  karir
            mereka tidak segawat konflik kepentingan perebutan jabatan,
            tetapi masalah ini tetap membutuhkan penangan serius,
            hal ini dimunkinkan seolah-olah persoalan tidak ada, tetapi
             156  Bimbingan Karir
   164   165   166   167   168   169   170   171   172   173   174