Page 170 - Bimbingan Karir Paradigma, Dimensi, dan Problematika Perencanaan Karir
P. 170
mengurangi produktivitas belajar dan kerja. Secara mendalam
permasalahan yang dihadapi karyawan ditempat kerja ada
pada ruang lingkup social-psikologis yang mungkin dihadapi
oleh peserta didik ketika ia kelak meniti karirnya. Untuk
menghindari atau paling tidak meminimalkan munculnya
permasalahan dalam diri peserta didik di masa depan,
maka konselor harus memberikan informasi berkenaan
dengan konfik-konflik ditempat kerja sedini mungkin sejak
mereka masih berada dilingkungan sekolah dan perkuliahan.
Hal senada dikemukakan para karyawan ditempat kerja
menghadapi berbagai persoalan yang membutuhkan
pemecahan. Para karyawan membutuhkan informasi yang
dikemas dengan ringkas, sekaligus mampu menjawab paling
tidak sebagian permasalahan yang mereka hadapi ditempat
kerja (Ino Yuwono, 2005).
2. Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Karir
Karir seseorang tidak berkembang sendiri, karir seseorang
akan berkembang setidaknya karena dukungan lingkungan
(iklim organisasi) di satu sisi dan memiliki seperangkat
kompetensi disisi lain. Seseorang yang menginginkan
kesuksesan dalam karir dituntut memiliki pengetahuan dan
kemampuan mengenai faktor-faktor perkembangan karir.
Pengenalan terhadap faktor-faktor beserta peluang karir
memberikan sejumlah harapan baik bagi dirinya untuk
memperbaik diri dan mengembangkan kemampuannya
melalui sejumlah pelatihan-pelatihan dan atau konseling. Tiga
faktor utama pengembangan karir menurut Dave E Redokopp;
1) Gumption mempunyai beberapa arti diantaranya
inisiatif (sedang bekerja beriniasiatif mendapatkan peluang
yang lain), courage; keberanian, keteguhan hati (saya
memerlukan keberanian untuk mengutarakan sesuatu
dengan pimpinan), common sense; pikiran sehat (seseorang
dengan pikiran sehat akan mengetahui apa yang dia kerjakan).
Gumption menggambarkan kejadian yang sebenarnya pada
diri seseorang yang berhubungan dengan kualitas.
Paradigma, Dimensi, dan Problematika Perencanaan Karir 157

