Page 179 - Bimbingan Karir Paradigma, Dimensi, dan Problematika Perencanaan Karir
P. 179
Perencanaan karir yang terarah dapat dilakukan sendiri
oleh siswa atau dengan bantuan guru pembimbing melalui
konsleing individual. Sikap positif siswa akan terbentuk
melalui kegiatan yang melibatkan siswa secara aktif sebagai
contoh guru pembimbing dapat melakukan bimbingan
kelompok, konsleing kelompok, kunjungan ke Perguruan
Tinggi, dll. Siswa dengan konsep pemikiran dan sikap yang
positif memiliki keterampilan dalam membuat perencanaan
karir dan keputusan karir yang tepat untuk dirinya.
Selain itu menguji bagaimana individu bernegosiasi
dengan peran-peran mereka dengan menggunakan
teori terbatas (Ashforth, Kreine & Fuate, 2000), teori ini
mengasumsikan bahwa ketika individu mencari sesuatu
untuk memperkecil kesukaran sama dengan peran transisi-
transisi dan frekuensi dari gangguan-gangguan peran tak
diinginkan, karena mereka ingin memlihara efisiensi dari
berbagai peran mereka. Contoh seseorang melakukan bisnis
keluarga, boleh jadi setiap harinya ia diminta memainkan
peran sebagai seorang putrid (flexibelitasnya tinggi), seorang
pengara membawa pulang pekerjaannya harus, secara phisik
ia di rumah hanya secara psikologis di tempat kerja. Sebagai
wanita adalah seorang ibu (sensitip, baikhati timbang rasa,
dan sebagi pejabat penanggung jawab (agresif, pemberi tugas,
yang tidak mau mengampuni).
Peran bimbingan dan konseling karir sebagai
pengintegrasi berbagai kemampuan dan kemahiran
intelektual dan keterampilan khusus hingga sampai pada
kematangan karir secara spesifik terumus dalam tujuan
bimbingan karir sebagai berikut: a) peserta didik dapat
mengenal (mendeskripsikan) karakteristik diri (minat,
nilai, kemampuan, dan ciriciri kepribadian) yang darinya
peserta didik dapat mengidentifikasi bidang studi dan karir
yang sesuai dengan dirinya, b) peserta didik memperoleh
pemahaman terntang berbagai hal terkait dengan dunia
(karir-studi) yang akan dimasukinya seperti tingkat keuasan
166 Bimbingan Karir

